FORMAT PARIMO | Banjir akibat curah hujan yang tinggi selama ±2 jam, merendam sejumlah rumah warga di Desa Bugis, Kecamatan Mepanga, Kabupaten Parigi Moutong.
Hapid, Kepala Desa (Kades) Bugis menyampaikan, air hujan yang turun sejak pukul 14.15 WITA hingga pukul 16.05 WITA, langsung menggenangi jalan dan meluber ke permukiman warga pesisir pantai Desa Bugis. Kondisi tersebut, diperparah akibat tidak ada gorong-gorong di kanan kiri bahu jalan.
Baca juga: Mayat Pria Misterius Ditemukan di Gang Pasar Masomba, Polisi Selidiki Identitas Korban
"Air hujan, tidak bisa mengalir ke laut sebagaimana mestinya. Hal ini karena, di kanan kiri bahu jalan Trans Sulawesi tidak ada saluran drainase yang mengalirkan masa air ke laut. Akibatnya, air hujan dari jalan meluber dan merendam rumah-rumah warga," ungkap Hapid, Minggu (23/6/2024).
Baca juga: WOM Finance Sampaikan Hak Jawab Terkait Pemberitaan Dugaan Penarikan dan Lelang Motor Nasabah
Lanjut Hapid, "warga bergotong royong membendung, dengan cara membuat tanggul darurat dari zak plastik yang di isi pasir, agar air tidak terlalu deras masuk ke rumah yang akan menambah kerusakan. Kemungkinan kerugian yang di alami warga, puluhan juta rupiah," imbuhnya.
Masyarakat berharap, agar pemerintah bisa mencarikan solusi untuk mengatasi banjir yang selalu mengintai, ketika musim penghujan.
Baca juga: Diduga Dikeroyok Empat Rekannya, Pria di Huntap Tompe Tewas Bersimbah Darah
"Kami mohon kepada Pemerintah Daerah, Provinsi maupun Pusat, agar memprioritaskan pembangunan drainase dan plat duiker di sepanjang jalan Trans Sulawesi, khususnya di pesisir pantai Desa Bugis. Kami selalu kawatir dengan bayang bayang banjir ketika musim penghujan mulai tiba," ungkap salah seorang warga terdampak banjir.
Terpisah, Sekretaris Desa Bugis, Maljum, menyampaikan, "Pemerintah Desa Bugis, akan segera membuat permohonan ke Pemerintah Daerah Kabupaten Parigi Moutong, melalui dinas terkait, untuk merealisasikan permohonan masyarakat," pungkasnya. (Asri)
Editor : Redaksi