Gerakan Masyrakat Hidup Sehat, Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke 59 dan Percepat Penurunan Stunting Desa Gedangan 

avatar beritaformat.com
  • URL berhasil dicopy
Germas : Kades Gedangan Sukarno berpeci, bersama Kepala Puskesmas Mojowarno, Sekda Kab. Jombang (tengah), Kepals Dinas Kesehatan Kab. Jombang, Kapolsek dan Danramil Mojowarno
Germas : Kades Gedangan Sukarno berpeci, bersama Kepala Puskesmas Mojowarno, Sekda Kab. Jombang (tengah), Kepals Dinas Kesehatan Kab. Jombang, Kapolsek dan Danramil Mojowarno

BERITA JOMBANG | Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), adalah suatu tindakan sistematis dan terencana, yang dilakukan secara bersama-sama, oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan, dan kemampuan berperilaku sehat, untuk meningkatkan kualitas hidup. 

Acara yang digelar di balai Desa Gedangan Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang kali ini, sekaligus memperingati Hari Kesehatan Nasional ke 59 dan Percepatan Penurunan Stunting. Minggu, (19/11/2023). 

Sebelum acara dimulai, seluruh tamu undangan melaksanakan senam bersama, dilanjut dengan memberikan santunan kepada anak yatim piatu. 

Turut menghadiri acara, PJ Bupati Jombang Sugiat.S.sos., yang di wakili oleh Sekdakab Jombang Agus Purnomo.SH., M.Si., Ka.Dinkes Kabupaten Jombang, PLT Camat Mojowarno, Kapolsek dan Danramil Mojowarno, Ka.Puskesmas Mojowarno, dan Ka.Puskesmas se-Kabupaten Jombang, perwakilan RS.Kristen Mojawarno, Kades Gedangan serta Kades se-Kecamatan Mojowarno. 

Mengawali sambutan, Kades Gedangan Sukarno, menyampaikan hasil penurunan stunting sejak tahun 2021 hingga 2023. 

"Saya ucapkan terima kasih dan selamat datang di Desa Gedangan, untuk seluruh tamu undangan yang berbahagia. Kali ini, Saya sampaikan jika angka penurunan stunting di Desa Gedangan mulai menampakkan hasil yang menggembirakan. Pada tahun 2021 kita masih ada sekitar 18 kasus stunting, kemudian tahun 2022 lalu, angka tersebut turun menjadi 9 kasus, dan untuk tahun 2023 saat ini tinggal 1 kasus anak stunting. Target kita, tahun 2024 yang akan datang, Desa Gedangan bebas dari stunting", urainya. 

Sukarno juga menyampaikan penurunan angka kemiskinan ekstrim di wilayahnya, dan melaporkan terkait bantuan MCK (Mandi, Cuci dan Kakus). 

"Untuk angka kemiskinan ekstrim di Desa Gedangan, alhamdulillah juga mengalami penurunan tiap tahunnya. Untuk menanggulangi kemiskinan ekstrim, Pemdes Gedangan memberikan bantuan berupa tanaman buah, yang bisa di tanam di pekarangan warga, sehingga, nantinya hasil dari buah tersebut, bisa untuk menambah pemasukan ekonomi warga. Saya juga sampaikan ucapan terima kasih, pada tahun 2022, Desa Gedangan mendapatkan bantuan MCK sebanyak 30 unit dari Dinas Kesehatan Jombang, dan tahun ini, desa kami mendapatkan lagi bantuan MCK sebanyak 30 unit dari Dinas Permukiman", pungkasnya. 

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, drg Budi Nugroho memberikan apresiasi kepada Pemdes Gedangan atas prestasi penurunan angka stunting. 

"Saya sampaikan ucapan terima kasih kepada Pemdes Gedangan, atas terselenggaranya acara ini. Pada kesempatan ini, saya sangat mengapresiasi kinerja Pemdes Gedangan atas penurunan angka stunting tiap tahunnya. Ini merupakan bentuk sinergitas antara Pemdes dan Posyandu yang di dampingi oleh Puskesmas", sampainya. 

Masih Budi, "harapan saya, semoga tahun depan, sudah tidak ada lagi permasalahan stunting di Desa Gedangan", pungkasnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang, Agus Purnomo. SH.,M.Si., mengawali sambutannya, menyampaikan, "salam dan permohonan maaf dari PJ Bupati Jombang Sugiat, yang berhalangan hadir di karenakan, mendampingi Gubernur Jawa Timur", sampainya. 

Lanjut Agus, "Alhamdulilah, angka stunting di Desa Gedangan, dari 19 kasus, bisa turun menjadi 9, dan sekarang tinggal 1. Sesuai arahan dari Presiden Jokowidodo, di setiap kegiatan kita harus menyampaikan 4H. Pertama, bagaimana harus menurunkan stunting, Kedua, bagaimana kita menyikapi kaitan keberadaan kemiskinan ekstrim, Ketiga, kaitan dengan inflasi, dan yang ke Empat, ada kemudahan di saat ada Inflasi", terangnya. 

Masih Agus, "secara Nasional, Presiden berharap agar angka stunting bisa turun hingga 14%. Tak kalah penting kita juga sampaikan kaitannya dengan inflasi. Untuk Kabupaten Jombang, posisinya ada di 2.97, Nasional ada di 2.59, berarti Jombang masih ada di atas Nasional. Dan Alhamdulillah, kita masih di bawah Provinsi Jawa Timur. Sehingga, Bapak Bupati setiap minggu melakukan oprasi pasar, agar bisa menekan laju inflasi yang ada di Jombang. Setelah melakukan evaluasi, dan mendengarkan paparan dari Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS), posisi kita (Kab.Jombang), ada ditengah. Kabupaten Jombang, mempunyai cadangan pangan yang dititipkan di Bulog sebanyak 163 ton, dan saat ini sudah mulai didistribusikan", pungkasnya. (Darmanto)