Sunaryo Guru Muda Berprestasi SMK PGRI 1 Surabaya Merupakan Anak Yatim

beritaformat.com
Apresiasi : Sunaryo memberikan hadiah untuk OSIS tergiat dalam rangka masa pengenalan lingkungan sekolah SMK PGRI 1 Surabaya tahun 2022

BERITA SURABAYA | Semboyan Ki Hajar Dewantara yang sering dipakai dalam dunia pendidikan 'ING NGARSA SUNG TULADHA, ING MADYA MANGUN KARSA, TUT WURI HANDAYANI', mempunyai makna, sebagai pendidik, di depan harus memberi teladan, di tengah harus membangun ide dan gagasan, dan di belakang harus bisa memberikan motivasi dan dukungan kepada murid-muridnya.

Seperti yang dilakukan oleh Sunaryo, S.Pd., yang sudah mendedikasikan dirinya sejak lulus dari bangku kuliah Universitas Negri Surabaya, dan mendapatkan gelar S1 Pendidikan Tehnik Elektro, lima tahun silam.

Baca juga: Kades Kepuhanyar Bantah Dugaan Fee Rp25 Juta, Paving Pasinan Dipastikan Kembali Dipasang

Siswa Baru : Sunaryo memberikan arahan dan motivasi untuk siswa baru SMK PGRI 1 Surabaya dalam masa pengenalan lingkungan sekolah tahun 2022

Sunaryo yang sejak kecil merupakan anak yatim, pantang menyerah dalam mengejar cita dan mimpinya. Berbagai beasiswa, dan prestasi sering diraihnya sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) Negri Simokerto VI Surabaya, SMP Negri 11 Surabaya, SMK Negri 2 Surabaya, hingga mampu menyelesaikan S1. Pun tanpa biaya, bahkan dia (Sunaryo), memperoleh uang saku dan biaya kuliah gratis malalui jalur bidik misi.

Baca juga: Amin Mabrur Terpilih Jadi Kades Sumokembangsri 2026–2034

Kini Sunaryo telah dipercaya oleh Yayasan SMK PGRI 1 Surabaya, sebagai Guru Praktek Jurusan Tehnik Instalasi Tenaga Listrik. Bahkan atas prestasinya itu, Sunaryo juga mendapatkan tugas sebagai Staf Urusan Kesiswaan dan Ketertiban hingga sekarang.

Sejak di angkat menjadi guru pendidik di SMK PGRI 1 Surabaya, sejak Februari 2019 lalu, tak sedikit prestasi yang ditorehkan anak didiknya dalam berbagai event regional.

Baca juga: DPC PDI Perjuangan Mojokerto Lantik 18 PAC, Perkuat Konsolidasi hingga Akar Rumput

Pengangkatan Sunaryo, S.Pd., menjadi guru tetap di SMK PGRI 1 Surabaya, pada Juli 2021 yang lalu bukan tanpa alasan. Yayasan menilai banyak prestasi yang diraih siswa didiknya berkat polesan tangan dingin Sunaryo. Pria kelahiran 28 tahun silam ini, di anggap telah mampu membawa nama harum sekolah dan bisa mensetarakan dengan sekolah bonavit yang ada di Surabaya.

Tentu, prestasi yang diraihnya ini tidak semudah membalikkan tangan. Berkat kegigihan, keuletan, dedikasi dan loyalitas pada dunia pendidian, utamanya sekolah kejuruan. Sunaryo banyak dikenal guru dan murid sebagai guru muda yang berpotensi. (Rubi)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Terpopuler
Berita Terbaru