BERITA JOMBANG | Kanker Paru, merupakan penyakit penyebab kematian terbanyak dari semua jenis kanker di dunia, termasuk di Indonesia. Oleh karenanya, diperlukan Skrining Kesehatan, agar Kanker Paru bisa segera ditemukan dan ditangani. Konsensus Skrining Kanker Paru, pun disusun untuk menjadi acuan ke masyarakat.
Draf Konsensus Skrining Kanker Paru yang telah disusun oleh Indonesian Association for the Study on Thoracic Oncology (IASTO), dan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), telah diajukan ke Kementerian Kesehatan RI. Rencananya, akan dimasukkan ke Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK).
Baca juga: Mojokerto Mencekam! 40 Pemotor Diduga Serang Tiga Angkringan
Seperti halnya Puskesmas Cukir Diwek, hari ini melaksanakan Skrining Paru di Balai Desa Puton, Kecamatan Diwek, Jum'at, (5/1/2024).
Acara yang diikuti sekitar 150 orang, merupakan warga dari 3 desa di wilayah Kecamatan Diwek, meliputi Desa Puton, Desa Kayangan dan Desa Bendet. Sejak pukul 08.00 WIB, warga sangat antusias, datang dan melaksanakan cek Paru.
Baca juga: Liburan ke Yogya, Pulang Tinggal Nama!
Terlihat hadir dalam acara, Kepala Puskesmas Cukir, dr. Rokhmah Maulidina M.Kes., Kades Puton Minardi, Babinsa Puton, serta para undangan yang akan melakukan cek skrining paru.
Pada sambutannya, Kades Puton, Minardi menyampaikan ucapan terimakasih kepada Puskesmas Cukir, dan Kementerian Kesehatan RI, yang telah berkenan melaksanakan Skrining Paru di desanya.
"Semoga dengan adanya kegiatan ini, warga Puton pada khususnya, bisa mengetahui kesehatan Paru Paru mereka", sampainya.
Baca juga: Sabu 250 Gram, Pil 2.000 Butir Disita, Bos Besar Masih Misteri!
Lanjut Minardi, "kegiatan yang diikuti oleh 150 warga dari 3 desa, pada Jumat pagi ini, dibagi menjadi dua season. Sebelum Sholat Jum'at, dan sesudah Sholat Jum'at", terangya.
"Untuk warga yang akan melakukan skrining, tidak perlu takut, dan tergesa-gesa. Disini nanti, akan di cek kesehatannya, berkaitan dengan Paru Paru, dan juga akan dilakukan Rongtsen di tempat ini juga", pungkasnya. (Darmanto)
Editor : Redaksi