Mojokerto,beritaformat.com - Maraknya Desa Wisata yang ada di beberapa wilayah di Kabupaten Mojokerto,memacu persaingan yang positif antar pengelola wisata untuk menyuguhkan dan menghadirkan pelayanan terbaik dan memuaskan bagi pengunjung.
Trawas merupakan salah satu desa yang mempunyai banyak potensi wisata,baik wisata religi,wisata air maupun wisata alam yang menyajikan keindahan serta daya tarik tersendiri bagi pengunjungnya. Wisata air terjun Dlundung Trawas memiliki banyak spot-spot sebagai destinasi wisata keluarga yang sejuk, indah dan nyaman.
Baca juga: BMJ Mojopahit–KONI Mojokerto Jajaki Sport Tourism Jelang Porprov Jatim 2026
Ketika pengunjung memasuki pos pertama, tersedia lokasi parkir yang begitu luas yang mampu menampung ratusan sepeda motor dan puluhan mobil. Di perjalanan menuju lokasi, di sebelah kanan dan kiri, tersaji spot foto dengan background alam, terbentang menyuguhkan keelokan sehingga mampu menarik pengunjung untuk berswafoto bersama keluarga.
Wisata air terjun Dlundung yang mempunyai luas ±18 hektar ini, di kelola oleh tangan-tangan kreatif namun, tetap menjaga keasrian alam di sekitar lokasi wisata. Pengelola juga menyediakan tempat untuk perkemahan dari blok A hingga blok I, ketersediaan tempat ibadah (mushola) di atas aliran sungai menambah keeksotikan wisata ini, tak hanya itu, wahana naik kuda dengan pengawalan pelatih berkuda juga tersedia untuk memanjakan wisatawan.
Baca juga: Desa Kabobona Siapkan Perdes Penertiban Ternak di Kawasan Waterboom
Tidak hanya spot foto ataupun wahana permainan, pengelola juga menyediakan tempat untuk beristirahat dan wisata kuliner dengan berbagai menu yang cukup menggoda selera pengunjung, akses yang begitu mudah di jangkau dan biaya yang cukup ekonomis wisata air terjun Dlundung bisa sebagai referensi berwisata di waktu liburan, tentunya dengan tetap mematuhi protokoler kesehatan semisal, test suhu tubuh bagi tiap pengunjung wisata selalu di lakukan oleh petugas sebelum memasuki wisata.
Salah satu anggota pengelola, yang sempat di wawancarai awak media menyampaikan bahwa, ” Tingkat pengawasan, pengamanan, serta kepedulian, dan kelestarian alam terjaga seperti apa adanya, hanya penambahan fasilitas umum pengunjung saja yang perlu kita bikin menarik, sebagai anggota pengelola tempat wisata, kami terus selalu memberikan himbauan keamanan, kenyamanan, sebagai contoh, saat kondisi cuaca mulai berawan kami selalu menghimbau pada pengunjung agar selalu waspada terhadap curah hujan yang deras yang bisa mengakibatkan bencana, kemudian jika ada hewan di atas air terjun, kami juga peringatkan pengunjung agar tidak berada di bawah air terjun yang membawa batu-batu kecil yang kapan saja bisa membuat pengunjung cedera. Kewaspadaan seperti itu juga kita perhatikan demi keselamatan para pengunjung wisata ”. Ujar tim pos 3 air terjun.
Baca juga: Bupati Warsubi Resmi Buka “Wastra Alami Jombang” Sebagai Awal Jombang Fest 2025
Begitupun di pos 2, selalu mengawasi pengunjung sehingga, pada saat pengunjung anak-anak yang terpisah dari rombongan atau orang tuanya, pos 2 siap menginformasikan dan mencari serta menemukan rombongan atau orang tuanya. Komunikasi dari pos 1,pos 2 hingga pos 3 dilokasi air terjun secara cepat, akurat karena terhubung dengan alat komunikasi masing masing yang disediakan management pengelola.
Pemuda yang berkemah dilokasi perkemahan blok E menjelaskan kepada awak media, "pihak pengelola sangat familiar sehingga, kami nyaman berkemah dilokasi wisata air terjun Dlundung. Bahkan saat kami melaksanakan pendakian, jalan yang tersulit dan berbahaya juga disampaikan sehingga safety yang di perlukan kita siapkan sedini mungkin, kalaupun kita kesulitan dan kita anggap berbahaya, sesuai anjuran dari pengelola kami mundur dan kembali ke perkemahan. Dlundung memang keren dan mantap cetus salah satu peserta lainnya". (Jana/Har)
Editor : Redaksi