MADIUN | Perwakilan Garda Terate dan Loyalis45 dari 14 Kecamatan, mendatangi Polres Madiun untuk mempertanyakan perkembangan kasus dan menekankan pentingnya keamanan masyarakat. Rabu,(31/2023).
Baca juga: SAGA Konsolidasi Dukung Gus Afif, Siapkan Penguatan Jaringan hingga 2029
Mereka datang untuk mempertanyakan perkembangan kasus serangan brutal terhadap Daffa Rengga Pratama (17), korban mengalami luka parah, termasuk patah hidung, memar di seluruh wajah, dan mengalami tingkat trauma yang sangat tinggi.
Dalam pertemuan dengan pihak kepolisian, perwakilan loyalis45 menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap kasus ini dan mendesak untuk segera mengungkap pelaku yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. Mereka juga menyampaikan kekhawatiran akan kemungkinan terulangnya kejadian serupa kedepan sehingga, meminta langkah-langkah pencegahan yang lebih baik.
Ketua Loyalis45, yang akrab dipanggil Nanang Jinggo, menyatakan, "Dari kejadian ini, kami meminta agar pelaku segera ditangkap dan diadili sesuai dengan undang-undang yang berlaku."pintanya.
Loyalis45 yang mewakili 14 kecamatan ini, juga menjadi sumber dukungan dan kekuatan dalam upaya menegakkan keadilan bagi korban serta menjaga keamanan masyarakat. Mereka mengharapkan kerja sama yang erat antara masyarakat dan pihak kepolisian dalam menyelesaikan kasus ini secara adil dan transparan, termasuk diadilinya pelaku sesuai hukum yang berlaku.
Pihak berwenang, termasuk Polres Madiun, diharapkan akan mengambil langkah-langkah yang tepat dalam menangani kasus ini dan memberikan kepastian hukum bagi korban. Pengusutan kasus ini diharapkan dilakukan secara menyeluruh untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan dan menjaga keamanan seluruh masyarakat Kabupaten Madiun.
Ketua Garda Terate, Mas Endro, juga menyatakan harapannya terhadap penanganan yang adil dan obyektif dari pihak kepolisian.
"Kami selaku organisasi masyarakat PSHT berharap ada penanganan yang adil dan obyektif dari pihak kepolisian, hal ini sangat dibutuhkan dalam rangka menciptakan kondusifitas masyarakat Madiun". (Dn/Ded)
Editor : Redaksi