Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah mulai memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban di sejumlah titik pemotongan di Kota Palu.
Pengawasan dilakukan melalui pemeriksaan ante mortem atau pemeriksaan kesehatan hewan sebelum disembelih yang telah berlangsung selama dua hari terakhir.
Baca juga: Mayat Pria Misterius Ditemukan di Gang Pasar Masomba, Polisi Selidiki Identitas Korban
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet Dinas Perkebunan dan Peternakan Sulteng, Dandy Alfita, mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat, cukup umur, dan layak disembelih.
“Pengawasan dilakukan sebelum hewan disembelih, meliputi pemeriksaan kesehatan hewan dari penampilan luar, memastikan cukup umur, serta memastikan hewan dalam kondisi sehat sehingga layak untuk dikurbankan,” ujar Dandy, Selasa (26/5/2026).
Sebanyak 50 petugas diterjunkan untuk melakukan pengawasan di wilayah Kota Palu. Pemprov Sulteng turut membantu pengawasan karena tingginya jumlah titik pemotongan hewan kurban di ibu kota provinsi tersebut.
“Petugas kami membantu tim pengawas kesehatan hewan Kota Palu karena keterbatasan SDM. Kota Palu menjadi wilayah dengan titik pemotongan hewan terbanyak dibanding kabupaten lain,” katanya.
Sebelum turun ke lapangan, petugas telah berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan melakukan pendataan masjid-masjid yang melaksanakan penyembelihan hewan kurban di sejumlah kecamatan, seperti Ulujadi, Palu Selatan, dan Palu Timur.
Selain masjid, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi juga mengajukan permohonan pemeriksaan hewan kurban di lokasi penampungan masing-masing, termasuk Bandara Mutiara SIS Al-Jufri yang dilaporkan memiliki sekitar 20 ekor hewan kurban.
Baca juga: WOM Finance Sampaikan Hak Jawab Terkait Pemberitaan Dugaan Penarikan dan Lelang Motor Nasabah
“Petugas tinggal membagi wilayah pengawasan sesuai kecamatan masing-masing. Jadi sudah ada pembagian tugas dan koordinasi melalui grup komunikasi bersama petugas lapangan,” jelasnya.
Pada Iduladha tahun ini, Presiden Republik Indonesia juga memberikan bantuan kemasyarakatan berupa sapi kurban kepada seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah.
“Besok kami akan melakukan penyerahan sapi bantuan Presiden di Masjid Raya Baitul Khairaat sebanyak satu ekor. Untuk Sulawesi Tengah total ada 15 ekor, seluruh kabupaten dan kota mendapat bantuan,” ungkap Dandy.
Dari hasil pemeriksaan sementara, Dinas Perkebunan dan Peternakan Sulteng memastikan belum ditemukan hewan kurban yang tidak layak disembelih. Namun demikian, potensi gangguan kesehatan ringan seperti parasit dan cacing hati tetap menjadi perhatian petugas.
Baca juga: Diduga Dikeroyok Empat Rekannya, Pria di Huntap Tompe Tewas Bersimbah Darah
“Biasanya ada potensi parasit atau cacing hati karena sistem pemeliharaan ternak yang masih ekstensif dan dilepasliarkan. Namun para peternak umumnya sudah memahami bahwa menjelang Iduladha adalah masa panen mereka, sehingga ternak dipersiapkan dengan baik melalui pemberian vitamin dan obat cacing,” tuturnya.
Dandy mengimbau masyarakat agar lebih teliti dalam memilih hewan kurban dengan memperhatikan kondisi fisik, kesehatan, serta usia ternak agar sesuai syariat dan layak dikurbankan.
“Kami sudah melakukan sosialisasi kepada pengurus masjid dan masyarakat agar pintar memilih ternak kurban yang sehat dan cukup umur,” pungkasnya.
Reporter: Asri/Agus
Editor: W13D
Kategori: Daerah
Lokasi: Palu, Sulawesi Tengah
Sumber: Wawancara
Editor : Redaksi