May Day 2026, Ratusan Buruh Kepung IMIP: Tuntutan K3 hingga Hapus Outsourcing Menggema

Reporter : Redaksi
Korlap Aksi, Raden Amar (foto : teser_beritaformat)

Ratusan massa yang tergabung dalam Pergerakan Persatuan Serikat Morowali menggelar aksi unjuk rasa di depan kawasan industri Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Jumat (1/5/2026), bertepatan dengan momentum Hari Buruh Internasional (May Day).

Aksi yang dipimpin Federasi Serikat Pekerja Industri Merdeka (FSPIM) bersama KPBI itu menyoroti sejumlah persoalan ketenagakerjaan yang dinilai belum mendapat perhatian serius dari manajemen kawasan industri tersebut.

Baca juga: Kepala BNPB Tinjau Lokasi Gempa di Sigi, Percepat Pemulihan dan Hunian Sementara

Ratusan masa aksi Mau Day di IKIP Morowali (foto : teser_beritaformat)

Koordinator lapangan aksi, Raden Amar, menyatakan kekecewaannya terhadap pihak manajemen IMIP yang dinilai belum merealisasikan tuntutan buruh, khususnya terkait hak-hak normatif pekerja.

“Kami sangat kecewa. Tuntutan buruh tidak dipenuhi. IMIP tidak menunjukkan komitmen membangun hubungan industrial yang harmonis, bahkan serikat pekerja kerap dipandang sebelah mata tanpa ada titik temu,” tegas Raden Amar dalam orasinya.

Ia juga menyoroti kondisi di dalam kawasan IMIP yang disebutnya masih jauh dari standar ideal, terutama dalam penerapan norma ketenagakerjaan.

“Penegakan undang-undang ketenagakerjaan di kawasan ini sangat lemah. Kecelakaan kerja masih sering terjadi, konflik hubungan industrial juga terus berulang,” tambahnya.

Baca juga: Bupati Parigi Moutong Kunjungi Yonif TP 918/MM, Perkuat Sinergi untuk Pelayanan Publik dan Penanggulangan Bencana

Dalam aksinya, massa menyampaikan berbagai tuntutan, di antaranya peningkatan sistem keselamatan dan kesehatan kerja (K3), penghapusan sistem outsourcing, pemberian bonus tahunan, transparansi penilaian kinerja, hingga penghentian dugaan praktik union busting di sejumlah perusahaan dalam kawasan IMIP.

Selain itu, buruh juga mendesak perbaikan fasilitas kerja seperti klinik kawasan, transportasi, parkiran, hingga akses WiFi bagi pekerja. Mereka juga menuntut percepatan perundingan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) periode 2026–2027 serta peningkatan kesejahteraan secara merata.

Raden Amar menegaskan, apabila tuntutan tersebut tidak segera ditindaklanjuti, pihaknya akan melakukan konsolidasi untuk menggelar aksi yang lebih besar.

Baca juga: HUT ke-18 Sigi Disederhanakan, Pemkab Batalkan Pameran dan Gelar Konser Amal untuk Korban Gempa

“Jika tidak ada realisasi, kami akan turun dengan massa yang lebih besar demi memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan buruh di kawasan IMIP,” tandasnya.

Aksi May Day ini berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan menjadi sorotan sebagai bentuk tekanan kolektif buruh terhadap perusahaan dalam menciptakan kondisi kerja yang lebih adil dan manusiawi.

Kontributor: Teser
Editor: W13D
Kategori: Peristiwa 
Lokasi: Morowali, Sulawesi Tengah
Sumber: Liputan

Editor : Redaksi

Politik
Berita Terpopuler
Berita Terbaru