Momentum Hari Buruh Internasional (May Day), Jumat (1/5/2026), dimanfaatkan Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) Luwu Raya dengan menggelar aksi unjuk rasa di pertigaan Trans Sulawesi, Jalan Parum Imbara I, Takkalala, Kecamatan Wara Selatan, Kota Palopo.
Dalam aksi tersebut, massa mahasiswa membentangkan spanduk bertuliskan “Rebut Kedaulatan Buruh dari Genggaman Para Oligarki” serta menyuarakan tiga tuntutan utama, penghapusan sistem outsourcing, kenaikan upah buruh, dan revisi Undang-Undang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Baca juga: Kepala BNPB Tinjau Lokasi Gempa di Sigi, Percepat Pemulihan dan Hunian Sementara
Aksi berlangsung dengan orasi bergantian di badan jalan. Sejumlah peserta juga melumuri tubuh dengan cat merah sebagai simbol perlawanan, bahkan menghentikan truk yang melintas untuk dijadikan panggung orasi.
Jenderal lapangan aksi, Gilang Alfarezi, menegaskan bahwa May Day merupakan simbol perjuangan kaum buruh yang tidak boleh kehilangan makna.
“Momentum hari buruh setiap 1 Mei adalah tonggak perjuangan kelas pekerja. Namun saat ini, rezim oligarki justru mengkebiri hak-hak buruh, salah satunya melalui sistem outsourcing,” tegasnya.
Menurutnya, sistem outsourcing membatasi pekerja hanya pada aktivitas penunjang dan bukan bisnis inti, serta menempatkan buruh dalam posisi rentan karena digaji oleh perusahaan penyedia, bukan pengguna jasa.
Sementara itu, Panglima Wilayah GAM Luwu Raya, Ahmad Hanifulla, menyoroti pentingnya kenaikan upah sebagai hak dasar buruh.
“Upah adalah hak fundamental pekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup, apalagi di tengah inflasi dan kenaikan harga pokok. Kenaikan upah penting untuk menjamin kesejahteraan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat dan sempat menyebabkan perlambatan arus lalu lintas di kawasan Trans Sulawesi.
Reporter: Aswin
Editor: W13D
Baca juga: HUT ke-18 Sigi Disederhanakan, Pemkab Batalkan Pameran dan Gelar Konser Amal untuk Korban Gempa
Kategori: Peristiwa
Lokasi: Palopo, Sulawesi Selatan
Sumber: Liputan
Editor : Redaksi