Aparat Polda Sulawesi Tengah menangkap enam orang yang diduga membawa 16 paket sabu berukuran besar di area Bandar Udara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri, Kota Palu, Ahad (26/04). Kasus ini memicu sorotan publik terhadap sistem pengamanan bandara, terutama karena para pelaku diketahui sempat melewati lebih dari satu bandara.
Kepala Bandara Mutiara SIS Al-Jufri, Prasetiyohadi, ST.,S.H.,M.H., menegaskan bahwa penindakan tersebut sepenuhnya merupakan kewenangan kepolisian dan berada di luar kendali otoritas bandara.
Baca juga: Kepala BNPB Tinjau Lokasi Gempa di Sigi, Percepat Pemulihan dan Hunian Sementara
“Penangkapan itu merupakan kewenangan aparat. Kami tidak bisa mengintervensi, bahkan saat penindakan berlangsung kami tidak mengetahuinya,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Berdasarkan informasi yang diterima pihak bandara, keenam pelaku memulai perjalanan dari Bandara Internasional Minangkabau, transit di Jakarta, sebelum melanjutkan penerbangan menuju Palu.
Prasetiyohadi menjelaskan, sesuai prosedur penerbangan, pemeriksaan keamanan terhadap penumpang dan barang dilakukan di bandara keberangkatan, sehingga di bandara tujuan tidak dilakukan pemeriksaan ulang.
“Pemeriksaan sudah dilakukan di bandara asal, baik terhadap penumpang maupun barang,” jelasnya.
Meski demikian, pihaknya mendorong agar ke depan penindakan dapat dilakukan sebelum pelaku memasuki pesawat atau di luar area bandara guna menjaga citra bandara yang kini berstatus internasional.
“Kami ingin citra bandara tetap terjaga. Ini akan kami komunikasikan lebih lanjut dengan pihak kepolisian,” tambahnya.
Pihak bandara memastikan akan melakukan evaluasi dan memperkuat koordinasi lintas sektor untuk meningkatkan pengawasan. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pengendalian peredaran narkotika melalui jalur udara membutuhkan sinergi antarbandara dan aparat penegak hukum di berbagai wilayah.
Reporter: Asri/Agus
Editor: W13D
Baca juga: HUT ke-18 Sigi Disederhanakan, Pemkab Batalkan Pameran dan Gelar Konser Amal untuk Korban Gempa
Kategori: Peristiwa
Lokasi: Palu, Sulawesi Tengah
Sumber: Wawancara
Editor : Redaksi