Dinas Ketapang dan Perikanan Sigi Salurkan Bantuan Bioflok dan Restocking Ikan Mujair Asli Lindu

Reporter : Redaksi
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Sigi, Akib Ponulele, saat ditemui awak media di ruang kerjanya (foto : agus_beritaformat)

Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Sigi terus memperkuat ketahanan pangan dan sektor perikanan melalui bantuan bioflok, kebun B2SA, dan restocking ikan mujair asli Lindu. Program tersebut merupakan langkah nyata dalam pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan produksi pangan dan mendukung pariwisata lokal.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Sigi, Akib Ponulele, mengatakan tahun ini ada tujuh kelompok masyarakat yang menerima bantuan bioflok, tersebar di beberapa desa di Kabupaten Sigi.

Baca juga: Mayat Pria Misterius Ditemukan di Gang Pasar Masomba, Polisi Selidiki Identitas Korban

“Kita berharap ke depan bisa menjangkau lebih banyak kelompok. Evaluasi tetap kita lakukan agar satu kelompok bisa memperoleh satu hingga tiga bioflok sesuai kemampuan anggaran,” jelas Akib, Kamis (6/11).

Selain itu, lanjut Akib, pihaknya juga melaksanakan program kebun B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) yang diberikan kepada TP PKK Desa Sibalaya Utara. Program ini fokus pada pemanfaatan lahan pekarangan menjadi kebun pangan organik dengan dukungan bantuan bibit dan peralatan penyiraman.

“Harapan kami, kebun ini bisa menjadi sarana edukasi bagi ibu-ibu untuk membiasakan pola konsumsi pangan yang sehat dan beragam. Hasil panen juga bisa dijual, dan keuntungan dimasukkan ke kas PKK untuk memperkuat kemandirian ekonomi,” tambahnya.

Dalam sektor perikanan, Akib juga menyoroti pentingnya menjaga keaslian ikan mujair Danau Lindu. Ia menyebut, restocking benih ikan akan difokuskan pada pengembangan mujair lokal yang dikembangbiakkan di balai benih daerah.

Baca juga: WOM Finance Sampaikan Hak Jawab Terkait Pemberitaan Dugaan Penarikan dan Lelang Motor Nasabah

“Arahan Bupati jelas, kita ingin mengembalikan kejayaan mujair asli Lindu. Ikan lokal yang sudah beradaptasi lebih cepat berkembang. Dengan begitu, selain menjaga ekosistem, kita juga bisa mendukung potensi wisata kuliner di kawasan Lindu,” ujarnya.

Ia menegaskan, sinergi lintas OPD seperti Dinas Pariwisata, Perhubungan, dan Lingkungan Hidup terus dijalin agar program perikanan tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga mendorong daya tarik wisata dan ekonomi lokal.

“Bayangkan jika wisatawan datang ke Lindu bukan hanya untuk menikmati alam, tapi juga kuliner khas seperti mujair bakar atau uta dada to Lindu yang bahan bakunya dari hasil budidaya warga,” pungkas Akib.

Baca juga: Diduga Dikeroyok Empat Rekannya, Pria di Huntap Tompe Tewas Bersimbah Darah

Meskipun keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Sigi berkomitmen menjaga kualitas kinerja dan mendorong masyarakat agar mandiri, produktif, dan berdaya saing melalui inovasi pangan dan perikanan berkelanjutan.

Penulis: Agus
Editor: W13D
Kategori: Daerah
Lokasi: Sigi, Sulawesi Tengah

Editor : Redaksi

Politik
Berita Terpopuler
Berita Terbaru