Sabtu, 11 Oktober 2025 | Redaksi BERITA FORMAT | Tolitoli, Sulawesi Tengah | Kategori; Pendidikan | Penulis; Agus
Kabar gembira datang dari SMA Integral Rahmatullah Tolitoli. Sekolah berbasis pesantren ini mendapat bantuan program revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui anggaran APBN tahun 2025 dengan total nilai lebih dari Rp800 juta. Bantuan tersebut mencakup pembangunan laboratorium IPA, laboratorium komputer, ruang UKS, dan fasilitas toilet.
Baca juga: Mayat Pria Misterius Ditemukan di Gang Pasar Masomba, Polisi Selidiki Identitas Korban
Kepala SMA Integral Rahmatullah Tolitoli, Mohammad Ramli, S.Pd.I, mengungkapkan rasa syukurnya atas perhatian pemerintah terhadap peningkatan sarana pendidikan, khususnya bagi sekolah swasta.
“Alhamdulillah, kita bersyukur sekali dengan adanya bantuan ini, dan berterima kasih kepada Presiden Prabowo yang telah memberi perhatian ke dunia pendidikan, khususnya sekolah swasta, dalam perbaikan mutu sarana dan prasarana,” ujar Ramli saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (10/10/2025).
Sebagai penanggung jawab kegiatan swakelola, Ramli menegaskan bahwa pihaknya akan memanfaatkan bantuan tersebut secara maksimal sesuai harapan pemerintah, agar generasi muda memiliki akses pendidikan yang layak dan mampu berkontribusi bagi bangsa.
“Tujuannya agar generasi muda bisa bangkit, memiliki ilmu pengetahuan, dan turut membangun bangsa ini bersama-sama,” tambahnya.
Baca juga: WOM Finance Sampaikan Hak Jawab Terkait Pemberitaan Dugaan Penarikan dan Lelang Motor Nasabah
Namun demikian, Ramli juga berharap pemerintah dapat memberikan perhatian tambahan terhadap kondisi ruang belajar yang belum memenuhi standar. Saat ini, sekolah masih menggunakan bangunan asrama berukuran 4x5 meter sebagai ruang kelas, jauh dari ukuran standar 8x9 meter.
“Kami berharap pemerintah dapat membantu pembangunan ruang kelas baru, empat untuk putri dan dua untuk putra. Karena lahan terbatas, kami berharap bisa dibangun dengan kontruksi dua lantai,” jelasnya.
Selain itu, Ramli mengungkapkan bahwa sekolah dengan jumlah siswa lebih dari 100 orang ini juga masih kekurangan ruang guru dan kantor kepala sekolah. Saat ini, pihak sekolah terpaksa meminjam sementara laboratorium SMP sebagai ruang kepala sekolah, sedangkan 12 guru berdesakan di ruang berukuran 7 meter x 2 meter.
Baca juga: Diduga Dikeroyok Empat Rekannya, Pria di Huntap Tompe Tewas Bersimbah Darah
“Kondisi yang terbatas ini membuat kami harus memanfaatkan setiap sudut ruangan, bahkan selasar pembuangan air kami ubah menjadi tempat aktivitas guru,” ungkapnya.
Dengan adanya bantuan dari Kemendikdasmen, SMA Integral Rahmatullah berharap kualitas fasilitas pendidikan semakin meningkat dan menjadi pendorong semangat bagi guru serta siswa untuk terus berprestasi.
Editor : Redaksi