Bupati Warsubi Resmi Buka “Wastra Alami Jombang” Sebagai Awal Jombang Fest 2025

Reporter : Redaksi
Bupati Jombang, Abah Warsubi bersama Forkopimda dan kepala OPD Kabupaten Jombang resmi membuka Jombang Fest 2025 dengan membunyikan kentongan secara bersamaan (foto : sulistyowati_beritaformat.com)

Sabtu, 4 Oktober 2025 | Redaksi BERITA FORMAT | Jombang, Jawa Timur | Kategori; Ekonomi | Penulis; Sulistyowati

Bupati Jombang, H. Warsubi, S.H., M.Si., secara resmi membuka kegiatan “Wastra Alami Jombang” yang menandai dimulainya rangkaian Jombang Fest 2025, di Pasar Barongan Kali Gunting, Desa Mojotrisno, Kecamatan Mojoagung, Sabtu (4/10/2025). Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat pelestarian budaya lokal dan mengembangkan potensi ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

Baca juga: Kades Kepuhanyar Bantah Dugaan Fee Rp25 Juta, Paving Pasinan Dipastikan Kembali Dipasang

Acara pembukaan dihadiri oleh Wakil Bupati Salmanudin, S.Ag., M.Pd., Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua Dekranasda Kabupaten Jombang, Yuliati Nugrahani, serta Forkopimda Kabupaten Jombang, dan tokoh masyarakat setempat.

Bupati Jombang, Abah Warsubi mencoba membatik di salah satu stand UMKM yang mengikuti Jombang Fest 2025 (foto : sulistyowati_beritaformat.com)

Dalam sambutannya, Bupati Warsubi menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan manifestasi nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Jombang dalam menjaga dan menghidupkan kembali warisan leluhur, khususnya di bidang wastra alami (red_kain tradisional yang dihasilkan melalui bahan dan pewarna dari sumber alam seperti tumbuhan).

“Kegiatan hari ini bertujuan untuk mengangkat kembali potensi wastra alami Jombang agar tidak terlupakan oleh masyarakat, khususnya generasi muda. Sehingga tetap hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi,” ujar Bupati Warsubi.

Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa Jombang memiliki sejarah panjang dalam pengolahan pewarna alami, yang telah dikenal sejak masa Kerajaan Majapahit hingga penjajahan Belanda. Salah satu daerah, Dukuh Patoeman (kini Sambong), dikenal sebagai sentra produksi Indigofera tinctoria, bahan dasar pewarna biru alami yang sempat diekspor ke luar negeri.

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah mendorong sinergi antara pengrajin, pelaku UMKM, pemerintah, dan akademisi untuk menciptakan inovasi ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

Baca juga: Amin Mabrur Terpilih Jadi Kades Sumokembangsri 2026–2034

“Harapan kami, wastra alami dapat menjadi peluang ekonomi kreatif yang mampu memberdayakan masyarakat lokal dan dikenal lebih luas, baik di tingkat regional maupun nasional,” tegas Bupati.

Sebagai penanda dimulainya Jombang Fest 2025, Bupati Warsubi bersama jajaran Forkopimda membunyikan sepuluh kentongan secara serempak, simbol pembuka rangkaian kegiatan yang akan berlangsung hingga akhir Oktober. Festival ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-115 Kabupaten Jombang dan Hari Santri Nasional 2025.

Kegiatan ini menghadirkan berbagai agenda seperti pameran UMKM, pertunjukan seni, edukasi budaya, serta kuliner tradisional. Pengunjung dapat menikmati suasana Pasar Barongan Kali Gunting, yang dikelilingi kebun bambu dan tepian Sungai Gunting, menciptakan atmosfer tradisional yang asri dan edukatif.

Kepala Desa Mojotrisno, Nanang Sugiarto, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan tersebut.

Baca juga: DPC PDI Perjuangan Mojokerto Lantik 18 PAC, Perkuat Konsolidasi hingga Akar Rumput

“Sejak 2022, desa kami terus berkomitmen mengembangkan potensi wisata tematik berbasis budaya lokal. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara masyarakat dan pemerintah mampu menciptakan ruang ekonomi dan budaya yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Bupati Warsubi bersama Ibu Yuliati dan jajaran tamu undangan juga berkesempatan meninjau stan batik dan tenun, mencoba mesin tenun tradisional dari Penggaron, Mojowarno, serta menikmati kuliner lokal seperti Nasi Jagung, Es Gandoel, hingga Jamu Ngemplak Selatan.

Menutup sambutannya, Bupati Warsubi membacakan pantun, "Pergi ke pasar membeli kain tenun. Dibawa pulang untuk dijahit baju.
Wastra Jombang warisan turun-temurun,
Mari lestarikan agar terus maju".

Dengan pembukaan “Wastra Alami Jombang”, Pemerintah Kabupaten Jombang meneguhkan langkah dalam menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya, pemberdayaan ekonomi kreatif, dan pendidikan karakter lokal di era globalisasi.

Editor : Redaksi

Politik
Berita Terpopuler
Berita Terbaru