GRESIK | Polemik yang tak pernah mendapatkan solusi, walaupun sering kali di bahas di kalangan legislatif dan eksekutif, yang menelan anggaran hingga miliaran rupiah ini tak pernah ada wujudnya, di kala musim penghujan tiba, tetap saja polemik banjir menjadi momok warga. Khususnya didaerah dataran rendah.
Baca juga: Banjir Rendam 43 Rumah di Gunung Sari
Akibat guyuran hujan lebat pada Rabu (22/2) malam, saluran drainase yang ada di sejumlah desa tak mampu menahan debit air dari hulu. Dampaknya sejumlah desa di Kecamatan Driyorejo terendam air setinggi lutut orang dewasa dan mengakibatkn ribuan rumah di Desa Sumput, Kecamatan Driyorejo, Gresik terendam luapan air.
Kepala Desa Sumput, Sutaji, mengatakan, "sekitar ada 1627 rumah yang terendam air. Dugaan sementara, penyebab terjadinya banjir ini karena dangkalnya saluran air, serta jembatan dari beberapa perusahaan yang terlalu pendek, sehingga menghambat laju air dari hulu ke hilir."
Tiap jam ada pengaduan dari warga, melalui pesan WhatsApp saya, mereka mendesak tentang solusi banjir, kami dari pemerintah desa sudah berusaha maksimal, menyampaikan pada instansi terkait, tapi hasilnya belum ada respon, kata Sutaji, di lokasi banjir. Kamis (23/2/2023).
Sutaji berharap Pemerintah Daerah, melalui dinas terkait dapat melakukan normalisasi kali avour setiap tahun, agar saluran air ini tidak tersendat.
"Kami yang dibawah menjadi luapan emosi warga, dikira tidak mencarikan solusi, padahal kami sudah maksimal dalam mengupayakan solusi banjir ini,"ujar Sutaji.
Baca juga: TMMD Kodim 0817/Gresik Percepat Pengerasan Jalan Desa Slempit
Sutaji juga meminta, kepada beberapa perusahaan yang berdomisili di Driyorejo, agar ikut merawat lingkungan, artinya tidak asal mendirikan bangunan, asal membuang apapun di saluran air, tidak menunggu ada komplain dari warga sekitar, karena dampak yang ditimbulkan dari perusahaan.
"Kami menghimbau agar perusahaan juga ikut merawat dan menjaga lingkungan, agar tidak terjadi bencana banjir, seyogyanya kita saling sinergi dan merasa ikut memiliki,"pesan Sutaji.
Baca juga: Polisi Gadungan Pemalak Warung di Duduksampeyan Dibekuk
Sementara itu, ketua LSM FPSR, Aris Gunawan, mengatakan harusnya pemerintah daerah melalui dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Gresik, lebih peka dengan kondisi yang seperti ini, minimal turun kebawah melihat kondisi daerah banjir.
"Kalau melihat saluran drainase yang ada Driyorejo ini, sendimen lumpurnya mulai menumpuk, entah berapa tahun tidak pernah di normalisasi, "tandas Aris.
"Kami juga menagih janji Bupati terpilih, untuk memenuhi janjinya, kala itu (pada saat kampanye) akan menuntaskan polemik banjir yang ada di Gresik selatan ini, tapi nyatanya, tetap saja warga yang jadi korban,"pungkas Aris. (Ali)
Editor : Redaksi