Sabtu, 9 Agustus 2025 | Redaksi BERITA FORMAT | Nagekeo, NTT
Kategori; Daerah | Penulis; Yasin
Baca juga: Brigjen Pol. Nasri Resmi Disambut di Polda Sulteng Lewat Tradisi Adat Kaili
Memperingati Hari Masyarakat Adat Sedunia, Inosensius Bhia Wea, pemuda Desa Rowa, mengajak generasi muda di Nagekeo dan seluruh Indonesia untuk merawat serta mempertahankan adat istiadat, budaya, tradisi, dan hukum adat.
Baca juga: GMNI Nagekeo Apresiasi Kepedulian Pembalap Tour the Entete untuk Korban Banjir
Ia memperkenalkan kekayaan warisan leluhur Desa Rowa, termasuk tradisi Etu/Sudhu (Tinju Adat) dan Zuza Ngi’i (pengikiran gigi), yang menjadi ritual turun-temurun bagi anak perempuan sebagai tanda memasuki masa dewasa dan simbol tanggung jawab baru.
“Tradisi ini bukan sekadar ritual, tapi sarana mempererat hubungan kekeluargaan dan menghormati leluhur. Generasi muda harus menjadi promotor pelestari budaya,” ujarnya, Sabtu (9/8/2025).
Baca juga: Menteri PU Tinjau Nagekeo, Jembatan Bailey Jadi Solusi Darurat Pasca Banjir
Dalam budaya Rowa, pelanggaran terhadap kewajiban Zuza Ngi’i dapat berakibat sanksi sosial, termasuk kewajiban To’a Bhadha (Potong Kerbau) untuk menjalani ritual penyucian. Upacara ini bersifat privat, namun terbuka bagi yang ingin mempelajari langsung dari masyarakat adat setempat.
Editor : Redaksi