Dana BUMDes 300 Juta Tak Jelas, Sapi Masih di Tangan Kades

Reporter : Redaksi
Gambar ilustrasi redaksi beritaformat.com

Senin, 4 Agustus 2025 | Redaksi BERITA FORMAT | Parigimoutong, Sulawesi Tengah

Kategori; Daerah | Penulis; Asri

Baca juga: PT Palu Batalkan Putusan PN Parimo, Kuasa Pendamping Asamia Ajukan Kasasi

Warga Desa Bilalea, Kecamatan Taopa, Kabupaten Parigi Moutong, mempertanyakan transparansi dan tata kelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat. Warga yang enggan disebut namanya mengungkapkan kecurigaan terkait pengelolaan modal awal BUMDes sebesar lebih dari Rp300 juta yang digelontorkan sebelum tahun 2023.

"Yang kami tahu, dananya digunakan untuk usaha pembibitan udang, pengadaan tenda dan kursi, pohon kelapa, hingga ternak sapi. Tapi kenyataannya sekarang tidak jelas hasilnya, bahkan sapi diduga masih dipelihara oleh Pak Kades," ujar salah satu warga.

Saat dikonfirmasi pada, Minggu (3/8), Bendahara BUMDes Bilalea, Anik, mengatakan bahwa sejak menjabat pada tahun 2023, usaha yang aktif hanya pengelolaan pohon kelapa dan penyewaan kursi. Usaha lainnya dinyatakan gagal.

"Saya hanya menerima sisa dana sebesar Rp1.980.000 dari pengurus sebelumnya. Sekarang yang berjalan hanya kelapa, jumlahnya lebih dari seratus pohon. Dana tunai yang ada sekitar Rp15 juta. Sapi memang ada dua ekor, tapi dikelola oleh Pak Kades sejak lama," jelas Anik.

Ahpan, Ketua BUMDes yang baru menjabat sebulan, mengaku tidak mengetahui secara pasti aset BUMDes, termasuk keberadaan sapi.

Baca juga: Banjir Rendam 43 Rumah di Gunung Sari

"Saya jadi anggota sejak 2023, akan tetapi menjabat sebagai Ketua baru sebulan ini. Soal sapi, setahu saya belum ada hasilnya masuk ke BUMDes," katanya melalui pesan telepon WhatsApp.

Terpisah, Kepala Desa Bilalea, Lison, membenarkan bahwa dua ekor sapi memang berada dalam pengelolaannya.

"Dulu saya jual sapi ke BUMDes, lalu oleh pengelola lama disuruh saya pelihara. Kami sepakat hasil anakannya dibagi dua, satu untuk BUMDes, satu untuk saya. Sekarang sudah beranak dua, dan kami siap serahkan kembali ke BUMDes, hanya menunggu aturannya karena BUMDes belum berbadan hukum," jelasnya.

Baca juga: Posyandu ILP Puskesmas Lambunu 1 Layani Bayi, Ibu Hamil hingga Lansia di Bolano Barat

Lison juga menyarankan wartawan untuk datang ke kantor desa, mengingat hari ini (red_Senin, 4/8/2025) bertepatan dengan jadwal pemeriksaan oleh Inspektorat terkait pengelolaan BUMDes dan Dana Desa (DD) untuk program ketahanan pangan.

Sekretaris Desa Bilalea, Roman, turut membenarkan hal tersebut.

"Memang sapi yang dikelola Pak Kades itu milik BUMDes, berdasarkan keterangan beliau. Saat itu saya masih staf desa, dan pengelolaan dilakukan oleh pengurus sebelumnya," kata Roman.

Editor : Redaksi

Politik
Berita Terpopuler
Berita Terbaru