Selasa, 15 Juli 2025 | Redaksi BERITA FORMAT | Jakarta, Nasional
Kategori: Pendidikan | Penulis: Ahmad Yasin
Baca juga: Ardi Krisnamurti Pimpin PKN Jawa Timur 2026–2031
Siapa kandidat yang mencuat dalam kontestasi Ketua ILUNI UI 2025-2028? Adalah Boni Hargens, seorang pengamat politik dan aktivis kebangsaan yang dikenal vokal dan konsisten membawa isu-isu nasionalisme ke ruang publik. Dalam kontestasi Ketua Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) periode 2025–2028, Boni resmi mencalonkan diri dan menarik perhatian publik.
Boni Hargens mengusung "aroma kebangsaan" sebagai fondasi utama kepemimpinannya. Ia bertekad menjadikan ILUNI UI bukan sekadar wadah silaturahmi, tapi juga agen perubahan yang berkontribusi aktif bagi pembangunan bangsa dan penguatan identitas nasional.
Dukungan terhadap pencalonan Boni Hargens kian kuat pada pertengahan Juli 2025, ditandai dengan langkah strategisnya menggandeng Oemar Hegaro, tokoh pendidikan dan kemanusiaan dari Flores, sebagai Ketua Tim Pemenangan.
Baca juga: Hari Pers Nasional 9 Februari 2026: Mengobarkan Semangat Pejuang Pena Penjaga Kebenaran
Selain memiliki jaringan akar rumput yang kuat, Oemar merupakan alumni UI dan Ketua Yayasan YOU Indonesia, sebuah organisasi yang bergerak di bidang pendidikan dan pemberdayaan. Pilihan ini mencerminkan keseriusan Boni dalam membangun basis gerakan alumni yang inklusif dan lintas wilayah.
“Kami ingin ILUNI UI menjadi kekuatan moral dan sosial. Bukan hanya solid secara internal, tapi juga berdampak nasional,” tegas Boni singkat.
Boni memfokuskan kampanye pada Penguatan jaringan antaralumni lintas generasi dan fakultas, Program pemberdayaan SDM alumni dan masyarakat, Sinergi nasionalisme dan profesionalisme alumni.
Baca juga: PBI Dinonaktifkan, Negara Tak Boleh Lepas Tangan atas Darurat Kesehatan
Ia ingin ILUNI UI ke depan mampu menjadi platform kolektif alumni yang responsif terhadap isu kebangsaan, produktif dalam kontribusi sosial dan ekonomi dan terbuka bagi semua kalangan, tanpa sekat generasi
“ILUNI UI harus jadi jembatan antar-alumni dan negara. Kita tidak bisa hanya jadi penonton dalam dinamika bangsa,” pungkas Boni.
Editor : Redaksi