FORMAT JOMBANG | Puluhan warga Dusun Ngemplak, Desa Pagerwojo, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, menggeruduk balai desa menuntut transparansi pengelolaan proyek rabat beton senilai puluhan juta rupiah.
Aksi unjuk rasa ini dipicu dugaan ketertutupan dalam penggunaan anggaran, yang diarahkan pada Arif Bagus, Kaur Perencanaan Desa. Massa yang hadir antara lain mantan dan eks anggota BPD serta tokoh masyarakat setempat.
Baca juga: Kades Kepuhanyar Bantah Dugaan Fee Rp25 Juta, Paving Pasinan Dipastikan Kembali Dipasang
“Ini bukan soal proyek, tapi soal kekecewaan pribadi yang dikemas seolah mewakili warga,” bantah Arif Bagus dalam forum terbuka, menegaskan bahwa seluruh dana proyek disalurkan langsung ke toko material, bukan ke Tim Pelaksana Kegiatan (TPK).
Kepala Desa Pagerwojo, Imam Wahyudi, menilai polemik muncul usai pergantian TPK.
“Saat TPK sebelumnya menjabat, tidak ada gejolak seperti ini,” sindirnya. Senin (16/6/2025).
Camat Perak, Drs. Supriyono, menegaskan kasus sudah dilaporkan ke inspektorat.
“Jika ditemukan pelanggaran, kami serahkan ke aparat hukum,” ujarnya lugas.
Baca juga: Amin Mabrur Terpilih Jadi Kades Sumokembangsri 2026–2034
Kapolsek Perak, Iptu Mohammad Supriyo, turut meredam ketegangan.
“Kalau ada bukti, laporkan ke polisi! Jangan gaduh tanpa dasar,” tegasnya di hadapan warga.
Terkait tudingan bahwa TPK hanya menerima Rp40 juta dari Rp71 juta dana proyek, forum membantah keras. Dana diklaim tidak pernah diserahkan tunai ke TPK, tapi langsung dikelola bendahara desa untuk pembelian material.
Baca juga: DPC PDI Perjuangan Mojokerto Lantik 18 PAC, Perkuat Konsolidasi hingga Akar Rumput
Namun faktanya, hasil investigasi Javatimes menunjukkan mayoritas warga Dusun Ngemplak puas atas pembangunan yang telah dilakukan.
“Jalan kami sekarang bagus, mobil nggak amblas lagi,” kata seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Peristiwa ini mencerminkan konflik antara tuntutan transparansi dan intrik personal dalam pengelolaan dana desa, sekaligus menjadi peringatan bahwa keterbukaan informasi publik adalah kunci meredam kegaduhan di tingkat akar rumput. (Red)
Editor : Redaksi