FORMAT SIDOARJO | Studi Tiru merupakan konsep belajar yang dilakukan pada suatu institusi yang dianggap lebih kompeten dalam suatu hal, dengan maksud peningkatan mutu, perluasan usaha, perbaikan sistem, penentuan kebijakan baru, dan perbaikan peraturan perundangan.
Studi Tiru dilaksanakan dengan tujuan untuk membawa manfaat, meningkatkan sinergi, dan membangun kerja sama antara masing-masing lembaga pelaksana.
Baca juga: Kades Kepuhanyar Bantah Dugaan Fee Rp25 Juta, Paving Pasinan Dipastikan Kembali Dipasang
Pada Senin (9/12/2024), SMPN 4 SUKO SIDOARJO, menerima kunjungan Studi Tiru Implementasi Layanan Pendidikan Inklusif dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan KABUPATEN SUMENEP, untuk menggali ilmu, pengalaman, serta proses pembentukan kebijakan sekolah yang diterapkan dalam Kurikulum Merdeka. Dengan memberikan layanan siswa penyandang disabilitas, agar tetap mendapatkan pendidikan Reguler.
Rombongan yang dipimpin oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan KABUPATEN SUMENEP ACH SUJONO, S.Pd., M.Si, dan jajaran Kepala Sekolah Penggerak serta Wakil Kepala Bidang Kurikulum Merdeka, disambut langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan KABUPATEN SIDOARJO Dr. TIRTO ADI, M.Pd., Ketua MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) MUSTOFA, S.Pd, Kepala Sekolah SMPN 4 SUKO SIDOARJO LILIK SULISTIYOWATI, S.Pd., M.Pd., bersama Dewan Guru, di aula sekolah.
Acara yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB, dibuka dengan Puisi dan Tari Selaras oleh siswa siswi penyandang disabilitas, yang menggambarkan tidak ada perbedaan dan kekerasan dalam siswa, semua mempunyai hak yang sama.
Mengawali sambutannya, Dr. TIRTO ADI menyampaikan profil Kepala Sekolah SMPN 4 SUKO, yang dikenal sabar dan mempunyai segudang prestasi.
Baca juga: Amin Mabrur Terpilih Jadi Kades Sumokembangsri 2026–2034
"Ibu LILIK SULISTIYOWATI ini, adalah Guru, sekaligus Kepala Sekolah yang dikenal sabar dalam mendidik siswa siswinya. Beliau juga mempunyai banyak prestasi yang sangat membanggakan. Bahkan, juga sempat menempuh pendidikan di Negri CHINA," ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, ACH. SUJONO menyampaikam maksud dan tujuannya melakukan Studi Tiru di SMPN 4.
"Kami ingin mengetahui dan memperdalam, sejauh mana strategi dan pengembangan Layanan Pendidikan Inklusi di SMPN 4 ini," terangnya.
Di waktu yang sama, LILIK SULISTIYOWATI, S.Pd., M.Pd., menceritakan perjalanannya dalam melaksanakan program Literasi dan Numerasi, yang sudah menghasilkan prestasi, baik sekolah maupun siswa siswinya.
Baca juga: DPC PDI Perjuangan Mojokerto Lantik 18 PAC, Perkuat Konsolidasi hingga Akar Rumput
"Untuk melaksanakan progam tersebut, tentu kami tidak sendirian. Dimana, kami juga mendapatkan suport dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan KABUPATEN SIDOARJO, MKKS dan juga rekan Kepala Sekolah dan Guru," jelasnya.
Bahkan, lanjut LILIK sapaan akrabnya, "Komite Sekolah juga melakukan kerjasama dengan Akademisi Perguruan Tinggi dan lembaga terkait," pungkasnya.
Usai acara, seluruh rombongan diajak berkeliling sekolah, untuk melihat hasil karya praktek siswa siswi tentang Literasi dan Numerasi, yang telah di Implementasikan oleh murid SMPN 4 SUKO SIDOARJO. (Mashuri)
Editor : Redaksi