FORMAT SIDOARJO | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo, melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggelar evaluasi implementasi program kota cerdas (Smart City) tahap 2 tahun 2024.
Penilaian kedua ini, terkait pengembangan program Smart City sebagai upaya untuk meningkatkan efektivitas dan capaian di Kabupaten Sidoarjo. Acara tersebut, turut dihadiri oleh sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Kabupaten Sidoarjo.
Baca juga: Kades Kepuhanyar Bantah Dugaan Fee Rp25 Juta, Paving Pasinan Dipastikan Kembali Dipasang
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sidoarjo, Fenny Apridawati mengatakan, bahwa dalam pengembangan Smart City dari tahun ke tahun, dibutuhkan kolaborasi Hexahelix yang melibatkan enam unsur diantaranya pemerintah, industri, perguruan tinggi, masyarakat, swasta, hingga media massa untuk mendukung pencapaian tujuan Smart City.
"Sinergi yang solid akan mempercepat implementasi layanan publik yang lebih efektif, transparan, dan inovatif," katanya saat membuka acara Evaluasi Implementasi Program Kota Cerdas (Smart City) Tahap 2 Tahun 2024 di Opsroom Setda Kabupaten Sidoarjo, pada Selasa (12/11/2024).
Fenny juga mengingatkan pentingnya pemanfaatan teknologi yang canggih dan terintegrasi, guna memenuhi kebutuhan masyarakat serta mengantisipasi tantangan perkembangan digital di masa depan.
Baca juga: Amin Mabrur Terpilih Jadi Kades Sumokembangsri 2026–2034
"Ada sebanyak 75 persen program smart city yang sudah berjalan, yaitu 17 program prioritas Bupati yang tetuang dalam RPJMD Kabupaten Sidoarjo Tahun 2021-2026," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Diskominfo Kabupaten Sidoarjo, Noer Rochmawati berharap, evaluasi yang dilakukan dapat menjadi panduan bagi OPD dalam menyesuaikan strategi dan program kerja terkait Smart City.
"Evaluasi ini menjadi bagian penting dalam memastikan semua sektor, bekerja sesuai dengan visi dan misi Smart City yaitu, menciptakan Sidoarjo sebagai kota cerdas yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan," tuturnya.
Baca juga: DPC PDI Perjuangan Mojokerto Lantik 18 PAC, Perkuat Konsolidasi hingga Akar Rumput
"Kami juga berharap dapat mengidentifikasi aspek-aspek yang memerlukan peningkatan, sehingga setiap OPD dapat terus meningkatkan kinerja pelayanan publik berbasis digital yang menjawab kebutuhan masyarakat," tambahnya.
Dalam penilaian tersebut, menghadirkan asesor dari berbagai akademisi dan pemerintah pusat diantaranya, Hafni Septiana (Praktisi IKTII), Arman Kurniawan (Kemenpan RB), Agus Tri Cahyono (Praktisi IAP), Dyah Mutiarin (Akademisi UMY), Wikan Danar Sunindyo (Akademisi ITB). (Mashuri)
Editor : Redaksi