Kakek di Mojokerto Nekad Gantung Diri Dengan Seuntai Kawat Tembaga

beritaformat.com
Sumber PUSIKNAS Polri Agustus 2024 (Foto : pusiknas/redaksi_beritaformat.com)

FORMAT MOJOKERTO | Kasus bunuh diri yang terjadi di Indonesia, tercatat meningkat semakin bertambahnya tahun. Berdasarkan Data Pusat Informasi Kriminal Nasional (Pusiknas) Kepolisian RI (Polri), terdapat 971 kasus bunuh diri yang tercatat di Indonesia sepanjang periode Januari hingga 18 Oktober 2023. 

Sedangkan tahun ini, terhitung sejak Januari hingga Agustus 2024, angka bunuh diri sudah mencapai 928 kasus di seluruh wilayah hukum Indonesia. Dalam kurun waktu 2 tahun terakhir, trend bunuh diri dengan cara gantung diri mencapai angka 85,54%. Sedangkan penyebab bunuh diri paling tinggi dikarenakan faktor ekonomi yang mencapai angka 31,79�ri seluruh kasus yang terjadi sejak awal tahun. 

Baca juga: Kades Kepuhanyar Bantah Dugaan Fee Rp25 Juta, Paving Pasinan Dipastikan Kembali Dipasang

Seperti halnya yang terjadi pada Sungkowo (70), warga Desa Kepuhanyar, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Diduga nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri dengan seuntai kawat tembaga, yang diikatkan pada pilar atap dapur rumahnya karena faktor ekonomi. 

Kejadian tersebut, di ketahui oleh Asiyah (67), istri korban, yang curiga dengan kondisi rumahnya yang sepi, dan hanya ada korban di dalam rumah. 

Siang itu (red_jum'at), tepatnya pukul 12.00 WIB, Asiyah melihat suaminya masuk ke dalam rumah. Dirinya melihat korban mengambil pakaiannya diluar dan masuk kembali ke dalam, kemudian menutup pintu rumah. 

Baca juga: Amin Mabrur Terpilih Jadi Kades Sumokembangsri 2026–2034

"Korban sempat keluar rumah mengambil pakaian dan masuk lagi, kemudian menutup pintunya," ungkap Asiyah sedih. 

Saat kejadian, Asiyah yang sedang berada di sebelah rumah dengan tetangganya curiga karena, setelah korban masuk rumah beberapa menit, posisi rumah dalam keadaan sepi tidak seperti biasanya. Dirinya mengajak salah satu tetangga untuk mengecek dan memanggil-manggil nama korban namun, tidak ada jawaban dari dalam rumah. 

Baca juga: DPC PDI Perjuangan Mojokerto Lantik 18 PAC, Perkuat Konsolidasi hingga Akar Rumput

"Saya dan tetangga curiga, lantas mengecek dan mencoba memanggil-manggil korban namun, tidak ada jawaban," lanjutnya. 

Kemudian Asiyah bersama dengan tetangganya, berusaha masuk dan membuka pintu untuk melihat kondisi suaminya. Usai membuka pintu, dirinya kaget melihat korban sudah dalam posisi tergantung dengan seuntai kawat tembaga, yang diikatkan pada pilar atap dapur. (TYB)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Terpopuler
Berita Terbaru