Polres Mojokerto Simulasikan Sispamkota di Halaman Mapolres

beritaformat.com
Masa pendemo ricuh bagian dari skenario simulasi sispamkota dalam rangka persiapan pengamanan pemilukada kab.mojokerto 2024 (foto : humasresmjk/rara_beritaformat.com)

FORMAT MOJOKERTO | Polres Mojokerto gelar simulasi pengamanan Pemilukada (Pemilihan Umum Kepala Daerah) yang akan dilaksanakan secara serentak pada, 27 November 2024 mendatang. Kegiatan peragaan sistem operasi mantap praja semeru, digelar di halaman Mapolres Kabupaten Mojokerto, Kamis (15/8/2024) pagi. 

Peragaan kali ini, terlihat ratusan massa pendemo melakukan aksi unjuk rasa dan, melakukan berbagai kericuhan. Namun, dengan cepat keributan bisa dikendalikan. 

Baca juga: Kades Kepuhanyar Bantah Dugaan Fee Rp25 Juta, Paving Pasinan Dipastikan Kembali Dipasang

Kapolres Mojokerto AKBP Ihram Kustarto saat menyampaikan progres persiapan pengamanan pemilukada Kabupaten Mojokerto 2024 usai acara gelar simulasi sispamkota (foto : humasresmjk/rara_beritaformat.com)

Kapolres Mojokerto AKBP Ihram Kustarto mengatakan, sebanyak 1.600 personel gabungan akan dilibatkan dalam pengamanan Pemilukada tersebut. Dirinya berharap, Pilkada Mojokerto berlangsung aman dan damai. 

Baca juga: Amin Mabrur Terpilih Jadi Kades Sumokembangsri 2026–2034

“Semoga Mojokerto aman dan, saya pastikan aman. Kita ada 1.600 personel gabungan dari TNI dan Polri. Penguatan personel juga ditambah dari stakeholder terkait," jelasnya. 

Ihram Kustarto mengungkapkan, petugas berupaya meminimalisir potensi konflik dan, gangguan keamanan selama tahapan Pilkada. Pihaknya bahkan tak segan-segan untuk menindak tegas terhadap pelaku yang melanggar hukum dan, mengganggu stabilitas keamanan dalam pelaksanaan Pemilukada di Kabupaten Mojokerto. 

Baca juga: DPC PDI Perjuangan Mojokerto Lantik 18 PAC, Perkuat Konsolidasi hingga Akar Rumput

"Indikator daerah rawan potensi konflik Pemilukada sudah kami petakan. Saya akan laksanakan tindakan tegas, tidak pandang bulu, pada para pelaku yang melanggar hukum," pungkasnya. (Mbak Rara)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Terpopuler
Berita Terbaru