FORMAT MOJOKERTO | Area pintu masuk pemandian Air Panas Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Minggu (4/8/2024) terlihat berbeda dari hari biasanya. Terpantau ramai, mengundang titik kumpul masyarakat karena, pengunjung menerima selebaran brosur, leaflet dan sticker.
Sejumlah orang menggunakan uniform bertuliskan 'Gaman Semeru Indonesia' di dada, menyapa setiap pengunjung yang hendak masuk dan keluar dari tempat wisata tersebut.
Baca juga: Kades Kepuhanyar Bantah Dugaan Fee Rp25 Juta, Paving Pasinan Dipastikan Kembali Dipasang
Satu orang berseragam yang sama menyuarakan, “Mari kita putus mata rantai peredaran narkoba, dimanapun dan kapanpun," ujar pria yang menenteng TOA (red_pengeras suara). Demikian pula beberapa orang dengan seragam yang sama sibuk membagikan brosur dan sticker sambil mengedukasi tentang bahaya narkoba.
Ditemui disela kegiatan, Dadang Buana, Ketua pelaksana kegiatan menjelaskan bahwa, rombongan yang hadir di tempat wisata tersebut adalah, anggota Yayasan Gaman Semeru Indonesia (GSI) sebagai, pegiat anti narkoba, yang juga merupakan program kerja jangka panjang GSI.
“Kami kemas, dua hari berturut kegiatan roadshow kali ini dengan, membagikan brosur dan stiker. Tujuan kami tetap satu yakni, menyelamatkan anak bangsa,” cetus pria asli Mojokerto ini.
Bentuk parameter berkegiatan kata Dadang panggilan akrabnya, meskipun hanya dalam hitungan jam, GSI menjalankan tanggung jawabnya dari sisi manapun. Narkoba tetap tidak ada pintu masuk agar tidak meracuni generasi bangsa.
“Berkiprah bukan hanya bersosialisasi, melalui media apapun akan kita coba,” ungkapnya.
Baca juga: DPC PDI Perjuangan Mojokerto Lantik 18 PAC, Perkuat Konsolidasi hingga Akar Rumput
Di tempat yang sama, salah satu pengunjung Warga Kenjeran Kota Surabaya, mengapresiasi niat baik GSI menyampaikan informasi penting perihal narkoba di wilayah wisata pemandian air panas padusan.
“Peran orang tua di era gadget sekarang ini, anak anak wajib dijaga. Pengaruh dari media sosial yang gampang ditiru, prilaku mencontoh dan mencoba hal baru. Kalau kita tidak mengawasi apalagi anak setingkat SMP dan SMA, akan secara mudah terpengaruh narkoba,” ucapnya.
Untuk itu dirinya berharap, pemerintah dan Aparat Penegak Hukum (APH) bukan hanya melakukan sosialisasi namun, juga memberantas sampai ke akarnya. “Pada usia transisi seperti itu, anak akan mudah terpengaruh untuk mencoba,” imbuhnya.
Baca juga: Mokh. Zulfa Asadul Millah Terpilih Jadi Kades Lolawang Lewat Pilkades PAW
Di sisi lain, Muhammad Tohir salah satu pengurus LSM dari Kunjorowesi, Kec. Ngoro, Kabupaten Mojokerto mengungkapkan, visi dan misi yang sama.
“Jangan coba coba mendekati narkoba. Utamakan kunci hidup sehat, panjenengan jauhi narkoba, itu bahaya yang sangat berbahaya sekali,” terang Pria berkumis lebat itu penuh semangat.
“Jangan sampai bersentuhan dengan hukum hanya karena narkoba,” pungkasnya. (Red)
Editor : Redaksi