Proyek Siluman Milliaran Rupiah Pemkab Sidoarjo Dikerjakan Asal Jadi

beritaformat.com
Proses penuangan adonan cor dari truck molen dilakukan pada saat lokasi masih dipenuhi air, dan slop tidak dipasang begesting (foto : redaksi_beritaformat.com)

FORMAT SIDOARJO | Proyek peningkatan jalan, ruas Wonoplintahan-Jedongcangkring yang menelan anggaran milliaran rupiah, diduga dikerjakan asal jadi. 

Minimnya informasi terkait pekerjaan tersebut, menambah kecurigaan awak media bahwa, ini sengaja dilakukan untuk mengelabui masyarakat, agar lepas dari pantauan dan pengawasan penggunaan anggaran pemerintah daerah Kabupaten Sidoarjo.

Baca juga: Mojokerto Mencekam! 40 Pemotor Diduga Serang Tiga Angkringan

Para pekerja menancapkan kolom pada slop yang sudah dicor (foto : redaksi_beritaformat.com)

Saat dilapangan, awak media melihat secara langsung pengecoran slof, tidak menggunakan begesting, air dilokasi pengecoran tidak dikuras, dan kolom tidak dipasang sesuai standart pengerjaan. Hal ini di akui oleh Firman, salah seorang pekerja yang mengerjakan saat diklarifikasi awak media, Rabu (12/6/2024) malam. 

"Benar mas, kolom memang tidak kita tali mengikat ke slof. Jadi setelah dicor, baru kolom kita tancapkan seperti ini," terangnya. 

Baca juga: Liburan ke Yogya, Pulang Tinggal Nama!

"Air tadi sudah kita pompa, namun karena sumber mata airnya besar jadi, lokasi pengecoran cepat dipenuhi air," imbuhnya. 

Terlihat pada proses pengecoran slof, tidak dilakukan pemasangan begesting, selayaknya pekerjaan cor pada umumnya, untuk menentukan lebar dan ketebalan. 

Ardi, pelaksana proyek yang tidak diketahui dari PT apa, saat dikonfirmasi awak media hanya menyampaikan, "kolom pada waktu pengecoran sudah di ikat pada slof," kilahnya. 

Baca juga: Sabu 250 Gram, Pil 2.000 Butir Disita, Bos Besar Masih Misteri!

Saat dsinggung terkait SOP dalam pengerjaan cor slof, tidak menjawab dan tidak bergeming sedikitpun. 

Pengerjaan peningkatan jalan tersebut, merugikan masyarakat Sidoarjo. Pasalnya, pekerjaan dilakukan acak-acakan demi memenuhi target, dan mengesampingkan asas manfaat untuk kepentingan masyarakat yang lebih besar. (Moek)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Terpopuler
Jumat, 16 Okt 2026 18:56 WIB
Jumat, 16 Okt 2026 19:47 WIB
Minggu, 18 Okt 2026 17:38 WIB
Berita Terbaru