FORMAT SIDOARJO | Proyek peningkatan jalan, ruas Wonoplintahan-Jedongcangkring yang menelan anggaran milliaran rupiah, diduga dikerjakan asal jadi.
Minimnya informasi terkait pekerjaan tersebut, menambah kecurigaan awak media bahwa, ini sengaja dilakukan untuk mengelabui masyarakat, agar lepas dari pantauan dan pengawasan penggunaan anggaran pemerintah daerah Kabupaten Sidoarjo.
Baca juga: Amin Mabrur Terpilih Jadi Kades Sumokembangsri 2026–2034
Saat dilapangan, awak media melihat secara langsung pengecoran slof, tidak menggunakan begesting, air dilokasi pengecoran tidak dikuras, dan kolom tidak dipasang sesuai standart pengerjaan. Hal ini di akui oleh Firman, salah seorang pekerja yang mengerjakan saat diklarifikasi awak media, Rabu (12/6/2024) malam.
"Benar mas, kolom memang tidak kita tali mengikat ke slof. Jadi setelah dicor, baru kolom kita tancapkan seperti ini," terangnya.
Baca juga: Pelajar Tewas Usai Motor Tabrak Truk di Mojosari, Diduga Pengendara Mengantuk
"Air tadi sudah kita pompa, namun karena sumber mata airnya besar jadi, lokasi pengecoran cepat dipenuhi air," imbuhnya.
Terlihat pada proses pengecoran slof, tidak dilakukan pemasangan begesting, selayaknya pekerjaan cor pada umumnya, untuk menentukan lebar dan ketebalan.
Ardi, pelaksana proyek yang tidak diketahui dari PT apa, saat dikonfirmasi awak media hanya menyampaikan, "kolom pada waktu pengecoran sudah di ikat pada slof," kilahnya.
Baca juga: Pengelola Tambang di Ngoro Klaim Punya Relasi Aparat, Aktivitas Galian C Kembali Disorot
Saat dsinggung terkait SOP dalam pengerjaan cor slof, tidak menjawab dan tidak bergeming sedikitpun.
Pengerjaan peningkatan jalan tersebut, merugikan masyarakat Sidoarjo. Pasalnya, pekerjaan dilakukan acak-acakan demi memenuhi target, dan mengesampingkan asas manfaat untuk kepentingan masyarakat yang lebih besar. (Moek)
Editor : Redaksi