Amir : Sudah Lewat Dua Hari, Menpan RB dan Bupati Banyuwangi Diam!

beritaformat.com
Keberatan : Amir Ma'ruf Khan memberikan surat keberatan atas di calonkannya kembali Ipuk Fiestiandani sebagai Bupati Banyuwangi kepada pengurus DPC PDI-P Kab. Banyuwangi (doc.bwitv/darmanto_beritaformat.com)

FORMAT BANYUWANGI | Amir Ma'ruf Khan tim investigasi Banyuwangi TV, mengirim surat kepada Menpan RB Abdullah Azwar Anas dan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, untuk mengkonfirmasi dan mengkoreksi perihal keberatannya, apabila Ipuk Fiestiandani mencalonkan kembali sebagai Bupati Banyuwangi periode 2024-2029, dengan alasan yang di tuangkan dalam isi surat tersebut 

"Saya sudah memberikan waktu dua hari untuk memberikan jawaban dari isi surat tersebut, setelah lewat dua hari, hingga berita ini tayang, belum ada jawaban, baik dari Azwar Anas ataupun Ipuk Fiestiandani," ungkapnya.

Baca juga: Kades Kepuhanyar Bantah Dugaan Fee Rp25 Juta, Paving Pasinan Dipastikan Kembali Dipasang

Serahkan : Surat keberatan Amir Ma'ruf Khan diterima langsung oleh jajaran pengurus DPC PDI-P Kab. Banyuwangi (doc.bwitv/darmanto_beritaformat.com)

Selanjutnya pada (29/4), saya mendatangi kantor partai politik se-Kabupaten  Banyuwangi, dalam rangka menyerahkan surat masukan dan permohonan agar partai politik tidak memberikan rekomendasi terhadap Ipuk Fiestiandani sebagai calon Bupati Banyuwangi. 

"Surat masukan dan permohonan agar tidak memberikan rekom ini, terpaksa saya serahkan lantaran beberapa alasan. Alasan tersebut sudah saya tulis dalam surat yang telah saya serahkan, dan telah diterima," beber Amir. Selasa (30/4/2024). 

Salah satu alasan saya memberikan surat agar tidak memberikan rekomendasi kepada Ipuk Fiestiandani karena, ketika menjabat bupati hingga saat ini, masih dalam kontrol Menpan RB Abdullah Azwar Anas yang merupakan suaminya sendiri. 

Sesuai dengan apa yang disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Banyuwangi Mujiono, Kepala BPKAD Cahyanto dan Kepala Bidang Bappeda Darmawan, bahwa Ipuk Fiestiandani kebijakannya dalam mengelola APBD masih di bawah kendali Abdullah Azwar Anas. Hal itu menunjukkan bahwa, Azwar Anas tidak percaya dengan kemampuan Ipuk Fiestiandani untuk menjadi Bupati Banyuwangi. 

Baca juga: Amin Mabrur Terpilih Jadi Kades Sumokembangsri 2026–2034

"Sangat aneh dan lucu jika orang lain justru masih percaya kepada Ipuk Fiestiandani untuk menjabat Bupati Banyuwangi. Perlu diketahui, Ipuk Fiestiandani selama menjabat Bupati Banyuwangi, tidak mampu menjaga nama baik Kabupaten Banyuwangi," cerita Amir  

Dari semua partai yang menerima surat tersebut, responnya sangat baik dan antusias. Tidak terkecuali dari partai Gerindra, surat tersebut saya kirim sendiri dengan di ikuti oleh puluhan wartawan dari berbagai media, juga ada beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). 

Bahkan, Ketua Partai Gerindra yang juga sebagai anggota DPR RI, H Sumail, saat  dihubungi melalui Video Call WhatsApp memberikan respon luar biasa. 

Baca juga: DPC PDI Perjuangan Mojokerto Lantik 18 PAC, Perkuat Konsolidasi hingga Akar Rumput

"Semua tentang aspirasi-aspirasi yang muncul dari masyarakat, nanti akan diteruskan ke DPP yang memiliki hak mengambil keputusan. Maka, apa yang menjadi kehendak dan lain-lainnya yang diinginkan masyarakat, tentunya DPP akan mempertimbangkan aspirasi dari masyarakat," ucap H. Sumail. 

Di pemberitaan beberapa media sebelumnya ramai tentang 25 pengurus PDI-P ditingkat Kecamatan se-Kab. Banyuwangi menginginkan DPP PDI-P untuk memberikan Rekomendasi kepada kader partai tulen, salah satunya I Made Cahyana Negara. SE. 

"Selain itu ada kandidat calon lain yaitu H.Sugirah, orang-orang tersebut sudah betul-betul teruji sebagai kader partai, dan bukan kader partai karbitan. Artinya bisa di simpulkan, dari pihak kader PDI-P Kab.Banyuwangi menginginkan pergantian orang yang menjadi calon Bupati Banyuwangi selain Ipuk Fiestiandani," tutup amir. (Darmanto)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Terpopuler
Berita Terbaru