Wakil Gubernur Jatim, Resmikan PPSLB3 Cendoro
BERITA MOJOKERTO | Pusat Pengolahan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (PPSLB3), yang dikelola oleh PT Pratama Jatim Lestari (PT PJL) berlokasi di Desa Cendoro Kecamatan Dawarblandong Kabupaten Mojokerto, telah resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Dr. H. Emil Elestianto Dardak. B.Bus.,M.Sc. Selasa, (17/10/2023).
Pabrik ini merupakan fasilitas pengolahan sampah terpadu yang dikelola PT PJL yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Jawa Timur, dan mampu mengolah limbah B3 500 kilogram per jam.
“Peresmian PPSLB3 ini, jawaban terhadap persoalan limbah B3 di Jawa Timur. Menurut data terbaru dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), timbulan limbah B3 di Jawa Timur mencapai 6 - 8 juta ton. Angka ini meningkat tajam dari data tahun 2021 yang menyebutkan bahwa Jawa Timur memiliki produksi 6,1 juta ton limbah B3,” terang Emil.
Emil mengatakan bahwa ini merupakan fasilitas terpadu menjadi jawaban setelah sekian lama untuk industri di Jawa Timur maupun berbatasan dengan Jawa Timur sangat membutuhkan fasilitas untuk menangani limbah B3.
“Peresmian ini diharapkan menjadi peningkatan perekonomian perindustrian di Jawa Timur, yang merupakan provinsi industri. Provinsi yang ekonominya bertumpu terhadap industri manufaktur,” ucapnya.
Keberadaan fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing tidak hanya di Jawa Timur, melainkan di Indonesia. Pasalnya, Jawa Timur berhasil menyumbang lebih dari 22�ri output manufaktur di Indonesia.
Sementara, Direktur Utama (Dirut) PT Jatim Graha Utama, Mirza Muttaqien menyampaikan bahwa pihaknya berterima kasih kepada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Ia mengatakan bahwa PPSLB3 terpadu ini pertama kali dikelola BUMD Provinsi Jawa Timur.
Hal itu sebagaimana tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 40 tahun 2021 tanggal 6 Juli 2021. Serta amanat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Kawasan Gerbangkertosusilo (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo dan Lamongan), BTS, dan lingkar selatan.
“Pembangunan ini pasti akan berdampak besar bagi sektor industri, dan akan berpotensi menjadi salah satu penggerak investasi nantinya,” ujar Mirza.
Mirza menjelaskan bahwa pembangunan pabrik ini, di atas lahan 50 hektar dibawah naungan PT PJL. Proses pembangunan dibagi menjadi 2 tahapan. Tahap pertama 5 hektar, dan 45 hektar pada pembangunan tahap kedua.
"Pembangunan tahap pertama telah dilaksanakan berupa, Poliklinik, bangunan kontrol, jembatan timbang, parkir truk, bengkel dan tempat alat berat. Kemudian bangunan pencucian truk limbah B3, Instalasi Pengolahan Limbah Air dan rumah pompa," ungkapnya.
Sarana pengolahan telah selesai diantaranya bangunan pengumpulan limbah B3 untuk kegiatan insinerator, truk pengangkut gas, instalasi jaringan listrik. Instalasi insinerator sebanyak 1 unit dengan kapasitas 500kg/jam. Instalasi cold storage dengan kapasitas 20 ton.
Sementara, sejak 12 Oktober 2023 PT PJL telah beroperasi dan telah mengolah 45.985 kg limbah B3. Diantaranya, 27.840 kg limbah medis 18.140 kg obat rejected (expired). Keseluruhan limbah B3 ini merupakan limbah dari PT Envirotama Perkasa, PT Merpati Nusantara, PT Sarana Bumi Lestari, dan PT Afi Farma. (R_riX)
Editor : Redaksi