Program SEHATI Turunkan Stunting AKB dan AKI, Sasar Ibu dan Balita Desa Ngastemi 

avatar beritaformat.com
  • URL berhasil dicopy
Arahan : Bupati Mojokerto dr. Ikhfina Fatmawati berikan arahan cegah Stunting AKB dan AKI di Desa Ngastemi
Arahan : Bupati Mojokerto dr. Ikhfina Fatmawati berikan arahan cegah Stunting AKB dan AKI di Desa Ngastemi

BERITA MOJOKERTO | Pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui Dinas Kesehatan terus gulirkan Program Selasa Sehat Turunkan Stunting (SEHATI). Kegiatan kali ini digelar di Pendopo Desa Ngastemi Kecamatan Bangsal Kabupaten Mojokerto. Selasa, (26/9/23) pagi, yang diikuti oleh Ibu hamil dan Balita se-Desa Ngastemi. 

 

Turut hadir dalam kegiatan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto dr. Ulum Rokhmat Rokhmawan, Kabid Kesmas Ninik, Kepala Desa Ngastemi Mustadi, Camat Bangsal dan Forkopimca Bangsal. 

 

Bupati Mojokerto dr. Ikfina Fatmawati mengungkapkan, bahwa bangsa Indonesia telah menghadapi masalah yang besar yaitu terkait dengan ancaman terhadap kualitas sumber daya manusia yang disebut dengan stunting. 

 

"Stunting ini menjadi masalah di negara kita, karena balita stunting mengalami penurunan kecerdasan hingga 20% dibawah rata-rata," ungkapnya. 

 

Untuk mendapatkan pertumbuhan balita dan pemenuhan gizi yang maksimal, Bupati Ikfina menjelaskan, agar para orang tua dapat memberikan makanan zat pembangun seperti, telur ayam, ayam, ikan, daging, dan susu. 

 

"Untuk menekan stunting, anak-anak harus cukup gizi agar sehat dan tidak sakit berulang. Sebisa mungkin anak usia dibawah 2 tahun harus mendapatkan ASI (Air Susu Ibu) eksklusif. Sedangkan waktu terbaik untuk memaksimalkan pertumbuhan otak pada anak, dimulai dari usia 0 hingga 5 tahun. Ini semua dapat diwujudkan apabila anak cukup gizi," jelasnya. 

 

Orang nomor satu dilingkup Pemkab Mojokerto juga mengungkapkan bahwa, ibu hamil harus terpenuhi gizinya agar, calon bayi yang ada didalam kandungan sehat dan terpenuhi gizinya. Ia (Bupati) juga menambahkan, dalam mengukur ibu hamil yang tercukupi gizinya, bisa dengan cara mengukur lingkar lengannya yang tidak boleh kurang dari 23,5 cm. 

 

"Kalau ibunya kurang gizi, anaknya dikasih gizi darimana? Karena, didalam kandungan anaknya tidak boleh kurang gizi. Jadi saling mengingatkan, karena indikator seorang ibu tidak kurang gizi lengannya tidak kurang dari 23,5 cm," ujarnya. 

 

Bupati Ikfina juga berpesan, agar para orang tua juga memperhatikan tumbuh kembang anak, agar dimasa yang akan datang, para balita bisa menjadi generasi penerus yang pintar dan berkarakter. 

 

"Anak tidak hanya butuh gizi tetapi kita juga perlu membentuk karakternya, menjadikannya pintar dan cerdas. Ayo bersama-sama kita rawat anak-anak kita dengan penuh kasih sayang agar terbentuk karakter yang baik," pungkasnya. (R_rix)