22 SLB di Sulteng Dapat Revitalisasi, SLB Negeri KTM Morowali Belum Kebagian

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Progres revitalisasi SLB Negeri Dalaka senilai Rp 1,8 Miliar (foto : agus_beritaformat)
Progres revitalisasi SLB Negeri Dalaka senilai Rp 1,8 Miliar (foto : agus_beritaformat)

Morowali || Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kembali menyalurkan bantuan revitalisasi satuan pendidikan bagi sekolah luar biasa (SLB) di Sulawesi Tengah secara bertahap dan berkelanjutan.

Pada 2025, bantuan revitalisasi diberikan kepada enam SLB. Sementara pada 2026, sebanyak 22 SLB negeri maupun swasta di sejumlah kabupaten/kota di Sulawesi Tengah menjadi sasaran program revitalisasi.

Program tersebut mencakup pembangunan prasarana baru, konstruksi ruang kelas baru, ruang keterampilan beserta perabotnya, penataan lingkungan inklusif, serta pemenuhan fasilitas yang mendukung kebutuhan penyandang disabilitas.

Dari 22 SLB penerima bantuan revitalisasi 2026, terdapat lima sekolah yang sebelumnya juga menerima bantuan pada 2025 dan kembali mendapatkan program secara berkelanjutan.

Kelima sekolah tersebut yakni SLB Negeri Dalaka Kabupaten Donggala, SLB Negeri Parigi dan SLB Hidayah Siaga Kabupaten Parigi Moutong, SLB Negeri Poso Kabupaten Poso, serta SLB Negeri Salakan Kabupaten Banggai Kepulauan.

Namun, kondisi berbeda terjadi di SLB Negeri KTM Morowali. Sekolah tersebut merupakan salah satu penerima bantuan revitalisasi pada 2025 dengan nilai sekitar Rp1,5 miliar, tetapi belum kembali mendapatkan bantuan revitalisasi pada 2026.

Kepala SLB Negeri KTM Morowali, Salma, membenarkan bahwa hingga saat ini sekolahnya belum memperoleh bantuan revitalisasi lanjutan.

“Belum ada. Kita kan penentuan dari pusat, bukan dinas. Jadi kita ikut prosedur saja, karena kita diverifikasi lapangan, setelah itu pra-bimtek dan bimtek. Kita tinggal menunggu saja,” ujar Salma, Senin (5/10/2026).

Salma menegaskan bahwa pihak sekolah mengikuti tahapan dan mekanisme yang ditetapkan pemerintah pusat dalam proses penetapan penerima bantuan.

Program revitalisasi SLB diketahui dilaksanakan melalui mekanisme swakelola oleh satuan pendidikan dengan melibatkan masyarakat lokal.

Mekanisme tersebut diarahkan agar pelaksanaan pembangunan dapat berlangsung secara transparan, akuntabel, serta sesuai kebutuhan dan sasaran pendidikan.

Belum masuknya SLB Negeri KTM Morowali sebagai penerima bantuan revitalisasi 2026 juga menunjukkan bahwa keberlanjutan program revitalisasi antar satuan pendidikan tidak serta-merta diberikan kepada seluruh penerima bantuan pada tahun sebelumnya, melainkan bergantung pada hasil verifikasi dan penetapan pemerintah pusat.

Reporter : Agus
Penyunting : W13D
Kategori : Pendidikan
Sumber : Liputan