BERITA JOMBANG | Masyarakat Jawa memiliki sebuah tradisi untuk membersihkan pusaka yang dikeramatkan. Penyucian pusaka keramat, di beberapa daerah menjadi sebuah ritual yang menarik untuk diikuti dan disaksikan.
Baca juga: Samsat Jombang Percepat Layanan, STNK 5 Tahunan Bisa Rampung
Seringkali pusaka yang dikeramatkan, tidak hanya sekedar dicuci dan dibersihkan kemudian disimpan kembali ke tempatnya, melainkan juga diarak keliling desa atau daerah dengan harapan bisa mendapatkan berkah.
Mengambil start didepan balai desa Cupak, masyarakat menggelar Kirab Pusaka dan Kirab Budaya sebagai wujud melestarikan dan mempertahankan adat budaya yang ada. Lima tombak pusaka dan tujuh potongan bambu berisi air dari tujuh sendang (sumber) diarak keliling desa menuju puncak Gunung Pucangan. Jum'at, (29/09/2023).
Terlihat hadir dalam kegiatan ini, Pj Bupati Jombang Sugiat, S.Sos.,M.Psi.T., Asisten 1 Pemkab Jombang, Kepala DPMPD, jajaran Forkopimcam Ngusikan, Kepala Desa Ngusikan beserta perangkat Desa Cupak serta, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh budaya Jombang.
Baca juga: Samsat Jombang Tingkatkan Layanan Cek Fisik, Warga Diimbau Datang Lebih Awal
Winarsono Kepala Desa Cupak dalam sambutannya menyampaikan, "saya ucapkan terima kasih kepada PJ bupati Jombang bapak Sugiat, yang sudah berkenan hadir dalam acara ini. Tak lupa kepada jajaran Forkopimda Jombang dan Forkopimcam Ngusikan, kami mohon maaf kepada para tamu undangan karena infrastuktur jalan menuju Desa Cupak kurang baik, serta saya sampaikan kepada bapak Pj Bupati bahwa, acara seperti ini rutin diadakan setiap tahun", pungkasnya.
PJ Bupati Jombang Sugiat, dalam sambutannya mengatakan untuk warga Cupak harus terus melestarikan budaya dan adat istiadat yang ada. Dalam acara Kirap Pusaka Dan Budaya, kita semua mendapatkan pembelajaran tentang menghargai leluhur yang sudah tidak ada, sekaligus memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Baca juga: Samsat Jombang Perkuat Sinergi Antarinstansi, Layanan Pajak Kendaraan Makin Cepat dan Merata
”Tradisi atau Budaya seperti ini harus tetap kita lestarikan, masing masing desa di Jombang memiliki tradisi tersendiri contohnya, Desa Cupak ada tradisi Kirap Pusaka Dan Budaya, yang mengingatkan kita terhadap leluhur yang sudah tiada, sekaligus mendoakan Nabi Besar Muhammad SAW", terang Sugiat.
Tujuan utama dari seluruh kegiatan tersebut adalah, sebagai bentuk penghargaan kepada leluhur. Disisi lain sebagai wujud rasa syukur terhadap Tuhan YME akan apa yang sudah didapatkan selama ini, sekaligus sebagai sarana kirim do'a agar masyarakat selalu diberikan keselamatan, kemakmuran dan dijauhkan dari segala macam bencana juga marabahaya. (Darmanto)
Editor : Redaksi