Empat pekerja proyek pembangunan jalan dilaporkan meninggal dunia setelah menjadi korban penyerangan bersenjata di kawasan Kali Kabur, Distrik Woniki, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, Minggu (2/8/2026) malam.
Berdasarkan keterangan resmi Kodam XVII/Cenderawasih, hasil investigasi aparat gabungan TNI-Polri menyebut penyerangan tersebut diduga dilakukan oleh kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang dipimpin Botak Wanimbo bersama kelompok Teranus Enumbi. Sasaran serangan disebut merupakan para pekerja PT Sutan Harauli Jaya (PT SHJ) yang tengah mengerjakan proyek pembangunan infrastruktur jalan.
Baca juga: Ops Damai Cartenz Pererat Kedekatan dengan Warga Bibida Lewat Pendekatan Humanis
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan aksi tersebut menyasar pekerja sipil yang sedang bertugas di lokasi proyek.
Empat korban meninggal dunia masing-masing Arman Sibarani, Erlin Aritonang, Barengga yang merupakan Orang Asli Papua (OAP), serta Alfonds. Sementara sejumlah pekerja lainnya dilaporkan berhasil menyelamatkan diri ke Distrik Kanggime dan kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak perusahaan.
Setelah menerima laporan, aparat gabungan TNI-Polri bergerak ke lokasi untuk mengevakuasi para korban sekaligus mengamankan area. Kodam menyatakan seluruh korban telah dievakuasi dan tidak ada korban dari unsur aparat keamanan.
Kolonel Inf Tri Purwanto mengecam keras penyerangan tersebut dan menilai aksi kekerasan terhadap pekerja sipil mengancam keselamatan masyarakat serta menghambat percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan di Papua.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat pernyataan atau klarifikasi resmi dari pihak OPM maupun pihak yang disebut oleh Kodam XVII/Cenderawasih terkait dugaan keterlibatan dalam penyerangan tersebut. Berita ini akan diperbarui apabila terdapat tanggapan dari pihak yang bersangkutan sebagai bagian dari prinsip keberimbangan pemberitaan.
Kontributor : Moses
Penyunting : W13D
Kategori : Peristiwa
Lokasi : Tolikara, Papua Pegunungan
Sumber : Pendam XVII/Cendrawasih
Editor : Redaksi