Dua SMA di Donggala Terancam Tak Penuhi Kuota SPMB, Pendaftar Masih di Bawah Target

Reporter : Redaksi
Informasi pengumuman SPMB SMAN 1 Sirenja (foto : agus_beritaformat)

Menjelang pengumuman hasil Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026/2027 pada 28 Juni mendatang, dua sekolah menengah atas negeri di Kabupaten Donggala, yakni SMAN 1 Sirenja dan SMAN 2 Balaesang, belum memenuhi target kuota penerimaan siswa sesuai jumlah rombongan belajar (rombel) yang telah disiapkan.

Panitia SPMB SMAN 1 Sirenja, Gunawan, mengatakan hingga Jumat (19/6/2026), jumlah pendaftar yang tercatat dalam sistem baru mencapai 230 siswa dari total kuota 288 siswa yang tersedia untuk delapan rombel. Dengan demikian, sekolah masih kekurangan 58 calon siswa.

Baca juga: Kasus Dugaan Asusila Siswi SD di Dampelas Kembali Disorot, Status Penanganan Polisi?

Menurutnya, jumlah tersebut masih berpotensi berkurang karena belum seluruh peserta yang dinyatakan diterima dipastikan melakukan lapor diri.

"Pengalaman tahun lalu ada siswa yang sudah terdaftar tetapi tidak melakukan lapor diri. Karena itu kami masih menunggu instruksi dari Dinas Pendidikan terkait kemungkinan pembukaan pendaftaran offline apabila kuota belum terpenuhi," ujarnya.

Gunawan menjelaskan berkurangnya jumlah lulusan SMP tahun ini menjadi salah satu penyebab rendahnya angka pendaftar. Selain itu, lulusan dari sekolah-sekolah penyangga tidak seluruhnya memilih melanjutkan pendidikan ke SMAN 1 Sirenja karena sebagian mendaftar ke sekolah lain.

Ia menambahkan, jalur domisili menjadi jalur yang paling diminati hingga melebihi kuota yang tersedia. Sementara jalur afirmasi dan mutasi belum memiliki pendaftar sama sekali.

Baca juga: Ketika Pagar Diduga Berteman dengan Kambing

"Jalur domisili mencapai sekitar 167 persen dari kuota yang tersedia, sedangkan jalur prestasi belum memenuhi kuota," jelasnya.

Kondisi serupa juga terjadi di SMAN 2 Balaesang. Ketua Panitia SPMB, Moh. Agus Salim, mengungkapkan jumlah pendaftar yang masuk dalam sistem baru mencapai 114 siswa, sementara sekolah telah menyiapkan lima rombongan belajar untuk tahun ajaran baru.

Menurut Agus, kuota jalur domisili telah terisi penuh bahkan melebihi batas yang ditetapkan. Jalur afirmasi juga sudah terisi, namun hingga saat ini belum ada pendaftar melalui jalur prestasi maupun mutasi.

Baca juga: Dana PIP Rp77,4 Juta di SMAN 1 Buko Akhirnya Disalurkan, Plt Kepsek: Uang Ditemukan dalam Brankas Sekolah

"Hampir semua sekolah tahun ini menghadapi kondisi yang sama. Jumlah lulusan SMP berkurang sehingga kuota yang tersedia lebih banyak dibanding jumlah pendaftar," katanya.

Pihak sekolah berharap Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah dapat memberikan petunjuk teknis lanjutan setelah pengumuman hasil SPMB, agar kuota peserta didik baru yang masih kosong dapat terpenuhi.

Reporter : Agus
Penyunting : W13D
Kategori : Pendidikan
Lokasi : Donggala, Sulawesi Tengah
Sumber : Wawancara

Editor : Redaksi

Politik
Berita Terpopuler
Berita Terbaru