Ketika Pagar Diduga Berteman dengan Kambing

Reporter : Redaksi
Gambar ilustrasi redaksi

Di sejumlah sudut daerah di wilayah Parigimoutong, keluhan masyarakat tentang peredaran narkoba terus bergema. Bukan hanya soal siapa yang menjual, tetapi juga tentang siapa yang seharusnya menjaga.

Jika benar para pengedar bisa kembali beroperasi setelah proses penindakan, publik tentu berhak bertanya: apakah perang melawan narkoba sedang berlangsung, atau hanya sedang melakukan gladi resik tanpa hari-H?

Baca juga: Kasus Dugaan Asusila Siswi SD di Dampelas Kembali Disorot, Status Penanganan Polisi?

Dalam guyonan akademis, kondisi seperti ini bisa diibaratkan sebagai penelitian tentang pagar dan kambing. Teorinya sederhana, pagar dibuat untuk melindungi kebun. Namun bila kambing terlihat terlalu nyaman berada di sekitar pagar, masyarakat akan mulai curiga, apakah pagar sedang bertugas menjaga kebun atau justru menjadi teman diskusi kambing.

Kekecewaan warga muncul karena narkoba tidak hanya merusak pengguna, tetapi juga menghancurkan keluarga, menggerus masa depan anak-anak, dan menciptakan lingkaran sosial yang sulit diputus. Keuntungan dinikmati segelintir orang, sementara kerugian ditanggung generasi berikutnya.

Siapa yang terlibat? Di mana? Kapan? Bagaimana? Pertanyaan-pertanyaan itu tentu harus dijawab melalui penyelidikan dan pembuktian hukum, bukan sekadar asumsi. Namun satu hal yang pasti, kepercayaan publik adalah modal utama dalam pemberantasan narkoba.

Baca juga: Dua SMA di Donggala Terancam Tak Penuhi Kuota SPMB, Pendaftar Masih di Bawah Target

Karena itu, setiap institusi yang diberi amanah menjaga masyarakat harus memastikan tidak ada ruang bagi kecurigaan. Sebab dalam ilmu tata kelola yang sehat, keadilan bukan hanya harus ditegakkan, tetapi juga harus terlihat ditegakkan.

Jika masyarakat mulai kehilangan kepercayaan, maka yang berbahaya bukan hanya narkobanya. Yang lebih berbahaya adalah ketika harapan publik ikut mengalami overdosis kekecewaan.

Pemberantasan narkoba membutuhkan keberanian, transparansi, dan konsistensi. Sebab bila pagar benar-benar kokoh, kambing tidak akan berani masuk kebun. Dan jika masih ada kambing yang berkeliaran, mungkin yang perlu diperiksa bukan hanya kambingnya, tetapi juga kondisi pagarnya.

Baca juga: Dana PIP Rp77,4 Juta di SMAN 1 Buko Akhirnya Disalurkan, Plt Kepsek: Uang Ditemukan dalam Brankas Sekolah

Catatan Literasi Digital:
Opini ini merupakan pandangan redaksi berdasarkan keluhan dan persepsi yang berkembang di masyarakat Parigimoutong. Dugaan keterlibatan individu maupun institusi tertentu harus dibuktikan melalui proses hukum yang adil, transparan, dan berdasarkan fakta serta alat bukti yang sah.

Penulis : Redaksi
Penyunting : W13D
Kategori : Peristiwa
Lokasi : Parigimoutong, Sulawesi Tengah
Sumber : Aduan Warga

Editor : Redaksi

Politik
Berita Terpopuler
Berita Terbaru