Jalan Dusun Grogol, Desa Kepuhpandak, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, mengalami longsor pada Rabu (13/5/2026). Longsoran sepanjang kurang lebih 6 meter dengan lebar sekitar 2,5 meter itu diduga dipicu aktivitas tambang manual yang disebut-sebut dikelola oleh warga inisial S.
Peristiwa tersebut membuat akses warga menuju area kebun menjadi sangat membahayakan. Badan jalan kini menyempit drastis dengan tebing curam sedalam sekitar 10 meter di sisi selatan lokasi longsor.
Baca juga: Warga Tuntut Keterbukaan Sewa TKD
Sejumlah warga menilai kerusakan jalan itu bukan bencana mendadak, melainkan dampak dari aktivitas tambang yang diduga ilegal dan berlangsung cukup lama di sekitar titik longsor.
Salah seorang warga, inisial D, mengaku telah berkali-kali mengingatkan pengelola tambang terkait potensi bahaya yang mengancam jalan dusun. Namun peringatan tersebut disebut tidak pernah diindahkan.
“Sudah sering diperingatkan karena posisi jalan makin tergerus. Tapi aktivitas tambang tetap jalan sampai akhirnya longsor seperti sekarang,” ungkapnya.
Baca juga: Ribuan Wajib Pajak Padati Samsat Induk Gresik, Antrean Mengular Sejak Pagi
Tak hanya warga, aparat desa disebut juga pernah memberikan teguran atas aktivitas tambang tersebut. Namun aktivitas penggalian diduga tetap berlangsung hingga menyebabkan akses warga terancam putus.
Akibat kejadian itu, warga Dusun Grogol kini kompak berencana membawa persoalan tersebut ke jalur hukum. Mereka meminta aparat penegak hukum segera turun tangan untuk menyelidiki dugaan aktivitas tambang ilegal yang dinilai telah membahayakan keselamatan warga dan merusak fasilitas umum.
Baca juga: Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polres Gresik Bedah Rumah Purnawirawan Polri
Warga berharap ada tindakan tegas agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dan kerusakan jalan dusun segera mendapat penanganan.
Reporter: Hartono
Editor: W13D
Kategori: Peristiwa
Lokasi: Mojokerto, Jawa Timur
Sumber: Liputan
Editor : Redaksi