Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 1 Kutorejo kembali menjadi sorotan. Jatah makanan yang seharusnya diperuntukkan bagi siswa diduga dialihkan untuk konsumsi wali murid dan tamu undangan dalam acara wisuda atau perpisahan siswa kelas XII pada Senin (11/5/2026).
Informasi yang dihimpun redaksi dari sumber internal sekolah menyebutkan, dugaan pengalihan MBG itu sebenarnya sudah sempat diperingatkan sebelum acara berlangsung. Namun, panitia perpisahan disebut tetap menjalankan rencana tersebut.
Baca juga: Warga Tuntut Keterbukaan Sewa TKD
“Sudah sempat diingatkan agar jatah MBG tidak dipakai untuk konsumsi perpisahan, tapi panitia tetap jalan,” ujar sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Sumber juga mengungkapkan, pada hari itu jumlah pesanan MBG mencapai sekitar 1.150 porsi. Ironisnya, kegiatan belajar mengajar untuk siswa kelas X dan XI dilakukan secara daring, sementara yang hadir di sekolah hanya siswa kelas XII beserta wali murid dalam agenda perpisahan.
Berdasarkan informasi yang diterima redaksi, distribusi MBG dari SPPG Sanggrahan tiba di lingkungan sekolah sekitar pukul 05.00 WIB menggunakan kendaraan bernomor polisi N 8779 TC. Seperti biasanya, makanan dikemas dalam ompreng untuk siswa penerima program.
Baca juga: Ribuan Wajib Pajak Padati Samsat Induk Gresik, Antrean Mengular Sejak Pagi
Namun sesampainya di lokasi, menu MBG diduga dipindahkan ke dalam kardus nasi kotak sebelum dibagikan kepada tamu undangan, khususnya wali murid yang menghadiri acara wisuda.
Menu MBG saat itu terdiri dari nasi putih, ayam goreng, kering tempe, sayur kacang panjang, kubis, dan buah jeruk.
Saat dikonfirmasi awak media, Humas SMAN 1 Kutorejo, Indah, enggan memberikan penjelasan lebih jauh terkait dugaan tersebut.
“Saya tidak bisa memberikan jawaban, karena itu bukan ranah kami. Itu urusan panitia perpisahan,” ujarnya singkat.
Baca juga: Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polres Gresik Bedah Rumah Purnawirawan Polri
Sementara itu, hingga Selasa (12/5/2026), upaya konfirmasi awak media kepada kepala sekolah maupun panitia perpisahan siswa belum mendapatkan respons. Redaksi mengaku masih terus berupaya memperoleh klarifikasi resmi terkait dugaan pengalihan program MBG tersebut.
Kasus ini memantik perhatian publik karena Program MBG merupakan program yang ditujukan untuk pemenuhan gizi siswa dan dibiayai menggunakan anggaran negara. Jika dugaan pengalihan tersebut terbukti, maka berpotensi menyalahi peruntukan program bantuan pemerintah.
Reporter: Tim
Editor: W13D
Kategori: Pendidikan
Lokasi: Mojokerto, Jawa Timur
Sumber: Investigasi
Editor : Redaksi