Dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi tahun 2025, Cabang Kejaksaan Negeri Bulukumba di Kajang melaksanakan kegiatan Jaksa Masuk Sekolah (JMS) dan lomba cerdas cermat di SMA Negeri 13 Bulukumba, Rabu (12/11). Kegiatan ini diikuti oleh puluhan siswa yang antusias mengikuti ajang edukatif tersebut.
Kacabjari Kajang, Fauzipaksi, melalui Kasubsi Intelijen Nur Ibnu Hajar, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan sarana edukasi bagi pelajar untuk mengenal nilai-nilai kejujuran, integritas, dan semangat antikorupsi sejak dini.
Baca juga: Kejati Sulteng Setujui Restorative Justice Dua Perkara di Banggai
“Lomba ini menjadi wadah bagi siswa untuk mengekspresikan pemahaman mereka tentang upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Rabu ini diadakan di SMA 13 Bulukumba, dan Senin mendatang kami lanjutkan di SMA 6 Bulukumba. Finalnya akan digelar pada 9 Desember, bertepatan dengan Hari Antikorupsi Sedunia, dengan peserta dari SMA 5, SMA 6, dan SMA 13 Bulukumba,” terang Ibnu.
Ia menegaskan, siswa merupakan calon generasi penerus bangsa yang perlu dibekali jiwa antikorupsi dan karakter berintegritas sejak di bangku sekolah.
Sementara itu, Kepala SMA 13 Bulukumba, Erny, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai program edukasi hukum seperti ini berperan penting dalam membentuk karakter generasi muda, khususnya di era digital yang serba cepat.
Baca juga: Kades Malalan Klarifikasi Keterlambatan BLT Tahap I 2026, Penyaluran Tuntas ke 8 KPM
“Anak-anak ini adalah generasi masa depan. Dengan dikenalkan nilai antikorupsi sejak dini, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang jujur dan beretika,” ujarnya.
Salah satu peserta lomba, Alif, siswa kelas 12 SMA 13 Bulukumba yang berhasil meraih juara, mengaku senang dan termotivasi untuk terus berkompetisi di ajang serupa.
“Kami sangat antusias. Semoga ke depan ada lomba cerdas cermat antar sekolah di wilayah Kajang. Kami optimis bisa jadi juara lagi,” kata Alif dengan semangat.
Baca juga: Mayat Pria Misterius Ditemukan di Gang Pasar Masomba, Polisi Selidiki Identitas Korban
Kasubsi Intelijen Cabjari Kajang, Nur Ibnu Hajar, menegaskan bahwa kegiatan Jaksa Masuk Sekolah bukan hanya lomba, tetapi bentuk nyata pembinaan karakter pelajar agar peka terhadap bahaya korupsi.
“Kami ingin menanamkan nilai antikorupsi sejak dini agar para siswa tumbuh menjadi generasi yang jujur, berani, dan berintegritas. Mereka adalah masa depan bangsa yang harus bersih dari praktik korupsi,” pungkasnya.
Penulis: Asri
Editor: W13D
Kategori: Hukum
Lokasi: Bulukumba, Sulawesi Selatan
Editor : Redaksi