SMAN 1 Lore Peore Dapat Bantuan Rp6 Miliar, Akhiri Jarak 30 Km Anak Sekolah di Poso

Reporter : Redaksi
On proses pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 1 Lore Peore ( foto : agus_beritaformat)

Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) terus memperkuat infrastruktur pendidikan di daerah terpencil. Tahun ini, wilayah Kecamatan Lore Peore, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, mendapatkan program revitalisasi Unit Sekolah Baru (USB) senilai Rp6 miliar yang bersumber dari APBN 2025.

Bantuan tersebut diberikan untuk membangun SMA Negeri 1 Lore Peore, yang berdiri di atas lahan seluas 1 hektare dan memiliki lima sekolah pendukung di sekitarnya.

Baca juga: Kejati Sulteng Setujui Restorative Justice Dua Perkara di Banggai

Plt Kepala SMAN 1 Lore Peore, Eva Mondolu, S.Pd, menjelaskan bahwa selama ini banyak siswa dari wilayah Lore Tengah hingga Lore Utara harus menempuh jarak hingga 30 kilometer untuk bersekolah ke SMAN 1 Lore Utara.

“Ada siswa yang terpaksa tinggal di rumah penduduk agar bisa lebih dekat ke sekolah. Kondisi ini tentu berat bagi anak-anak dan orang tua,” ujar Eva Mondolu, Selasa (11/11).

Eva menuturkan, pembangunan USB ini telah memenuhi seluruh syarat administrasi seperti izin operasional, data dapodik, dan sertifikat lahan. Tahun ajaran baru ini, SMAN 1 Lore Peore mulai menerima 36 siswa kelas 10, sebagian besar dari SMPN 1 dan SMPN 2 Lore Peore, sementara data pendaftar sebenarnya mencapai lebih dari 100 siswa.

“Kami batasi dulu 36 orang karena keterbatasan tempat tinggal. Banyak siswa yang masih menumpang di rumah warga, sementara asrama belum ada,” jelasnya.

Adapun proyek senilai Rp6 miliar itu mencakup pembangunan ruang kantor, laboratorium IPA dan komputer, perpustakaan, enam ruang kelas baru, ruang kegiatan siswa, BK, UKS, kantin, dua toilet, serta pagar dan gapura sekolah. Selain bangunan fisik, sekolah juga menerima mobiler lengkap, buku perpustakaan, serta alat olahraga dan kesenian.

Eva mengungkapkan harapan agar ke depan pemerintah dapat menambah fasilitas asrama siswa dan perumahan guru demi mendukung keberlangsungan belajar.

Baca juga: Kades Malalan Klarifikasi Keterlambatan BLT Tahap I 2026, Penyaluran Tuntas ke 8 KPM

“Sekolah ini menjadi harapan baru bagi anak-anak di Lore agar tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh. Kami ingin tak ada lagi anak yang putus sekolah karena jarak,” ucapnya penuh semangat.

Ia juga mengapresiasi dukungan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah yang telah memperjuangkan bantuan tersebut ke pemerintah pusat.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih. Ini bukti nyata perhatian pemerintah terhadap pemerataan pendidikan,” tutur Eva.

Meski demikian, Eva mengaku masih menghadapi kendala kekurangan tenaga pendidik. Ia berharap ada kebijakan penempatan guru dari sekolah terdekat atau nota dinas bagi tenaga lokal yang bersedia kembali mengajar di wilayah Lore Peore.

Baca juga: Mayat Pria Misterius Ditemukan di Gang Pasar Masomba, Polisi Selidiki Identitas Korban

“Sekolah ini akan mulai aktif pada Januari 2026. Dengan jumlah siswa hampir seratus, kami tentu membutuhkan tambahan guru tetap agar proses belajar mengajar berjalan optimal,” tutupnya.

Plt Kepala SMAN 1 Lore Peore, Eva Mondolu, S.Pd, menyampaikan optimismenya bahwa pembangunan sekolah baru ini akan menjadi tonggak penting bagi masa depan generasi muda di Lore Peore.

“Saya yakin, dengan adanya Unit Sekolah Baru ini, pendidikan di Lore Peore akan semakin maju. Anak-anak tak perlu lagi berjuang menempuh jarak jauh hanya untuk belajar. Inilah langkah nyata menuju pemerataan pendidikan di daerah terpencil,” pungkasnya.

Penulis: Agus
Editor: W13D
Kategori: Pendidikan
Lokasi: Poso, Sulawesi Tengah

Editor : Redaksi

Politik
Berita Terpopuler
Berita Terbaru