Kebakaran Luwu Timur, Mahasiswa UNANDA Bergerak: "Ini Tugas Kemanusiaan"

Reporter : Redaksi
Tiga himpunan mahasiswa UNANDA Palopo saat mendistribusikan logistik dan bantuan tunai kepada sejumlah warga terdampak kebakaran di Desa Sorowako, Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur

Rabu, 3 September 2025 | Redaksi BERITA FORMAT | Luwu Timur, Sulawesi Selatan

Kategori; Pendidikan | Penulis; Aswin/Boed

Baca juga: Kejati Sulteng Setujui Restorative Justice Dua Perkara di Banggai

Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Andi Djemma (UNANDA) Palopo menunjukkan kepeduliannya terhadap korban kebakaran di Desa Sorowako, Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur.

Aksi solidaritas ini dilakukan setelah musibah kebakaran pada Rabu (27/8) yang menghanguskan sedikitnya 48 rumah warga. Para korban hingga kini masih mengungsi di posko bantuan.

Sebelumnya, mahasiswa yang tergabung dalam HMS FT-UNANDA, HMIF FT-UNANDA, dan HMTP FT-UNANDA melakukan penggalangan dana di sejumlah titik di Kota Palopo. Hasil donasi kemudian disalurkan langsung ke lokasi bencana pada, Rabu (3/9/2025).

Baca juga: Kades Malalan Klarifikasi Keterlambatan BLT Tahap I 2026, Penyaluran Tuntas ke 8 KPM

Bantuan yang diberikan beragam, mulai dari tenda, selimut, kasur, beras, telur, mie instan, minyak goreng, tabung gas LPG 3 kg, hingga kebutuhan anak dan bayi. Selain itu, warga juga menerima pakaian, sayuran, buah-buahan, alat dapur, karpet, obat-obatan, serta sejumlah uang tunai.

Ketua lembaga tiap program studi Fakultas Teknik UNANDA yang memimpin penyerahan bantuan berharap donasi tersebut dapat meringankan beban korban.

Baca juga: Mayat Pria Misterius Ditemukan di Gang Pasar Masomba, Polisi Selidiki Identitas Korban

“Kami ingin menunjukkan rasa peduli dan gotong royong mahasiswa. Semoga bantuan ini bisa sedikit membantu saudara-saudara kita yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda,” ujarnya.

Dengan aksi ini, mahasiswa teknik UNANDA menegaskan peran aktif mereka tidak hanya di ruang akademik, tetapi juga dalam kepedulian sosial kepada masyarakat yang terdampak bencana.

Editor : Redaksi

Politik
Berita Terpopuler
Berita Terbaru