FORMAT MOJOKERTO | Rapat kordinasi (Rakor) Relawan Gajahmada, yang digelar di salah satu kediaman anggota, bertempat di Dusun Selawe, Desa Padi, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto berlangsung akrab dan penuh kekeluargaan, Minggu (14/7/2024).
Rapat yang dilaksanakan sejak pukul 09.00 WIB, sedianya mengundang Kepala Dinas Koperasi dan Kepala Dinas PUPR Kabupaten, namun kedua tamu undangan berhalangan hadir.
Baca juga: Kades Kepuhanyar Bantah Dugaan Fee Rp25 Juta, Paving Pasinan Dipastikan Kembali Dipasang
Relawan Gajahmada yang fokus pada kegiatan sosial kebencanaan, ingin menunjukkan eksistensi agar, bisa membantu masyarakat dalam hal kebencanaan yang sewaktu-waktu bisa terjadi dan menimpa siapapun.
Saat memberikan sambutan, Ketua Relawan Gajahmada, Handoko, menyampaikan harapan dan visi kedepan organisasi kemanusiaan yang dipimpinnya
Baca juga: Amin Mabrur Terpilih Jadi Kades Sumokembangsri 2026–2034
"Saya berharap, agar Relawan Gajahmada tetap bersinergi dengan induk organisasi relawan kebencanaan, dalam hal ini BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) dan Basarnas (Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional) untuk turut berpartisipasi, sekaligus mensuport SDM (Sumber Daya Manusia) pada kegiatan evakuasi kebencanaan di daerah khususnya, dan Indonesia pada umumnya," harapnya.
Dengan majunya perkembangan jaman di era digital saat ini, semua harus serba cepat, tepat dan efisien. Oleh karenanya, Handoko juga ingin agar, anggota Relawan Gajahmada yang berjumlah ±60 personil, tersebar di seluruh wilayah Mojokerto, bisa memberikan informasi dan aksi yang cepat (Quick Respon), terhadap semua hal yang bersifat pertolongan pertama.
Baca juga: DPC PDI Perjuangan Mojokerto Lantik 18 PAC, Perkuat Konsolidasi hingga Akar Rumput
"Dengan adanya fasilitas komunikasi, baik itu handphone maupun handytalki yang dimiliki masing-masing anggota, saya harap agar seluruh anggota bisa siap siaga dan selalu memberikan update tentang kecelakaan, informasi cuaca, maupun kejadian lain yang bersifat insidentil (red_mendadak)," ungkapnya.
Lanjut Handoko, "meskipun tanpa komando pimpinan karena suatu hal, maka anggota harus sigap dan tetap tanggap akan kondisi disekitar wilayah. Hal ini sesuai dengan hirarki kita sebagai relawan yang bekerja secara tulus dan ikhlas karena Allah SWT," pungkasnya. (Hartono)
Editor : Redaksi