BERITA JOMBANG | Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC-PMII) Jombang, berkomitmen menolak kampanye hitam, dan penyebaran berita hoaks di masa Pemilu 2024. Hal itu ditegaskan langsung oleh Ketua PC PMII Jombang M Rizal Abdillah.
"Kami menolak segala bentuk kampanye hitam, berita hoaks dan Money politik, demi menjaga pemilu berkualitas dan berintegritas di Kabupaten Jombang khususnya, dan wilayah Indonesia umumnya," tegas Rizal, Kamis (25/01/2024) pagi.
Baca juga: Motor Terjatuh, Pelajar 15 Tahun Tewas Ditabrak L300 di Mojokerto
Rizal juga menyampaikan pentingnya menjaga suasana kondusif saat Pemilu 2024. Caranya, dengan menghindari tindakan yang dapat merusak ketertiban dan keamanan, yang memicu perpecahan.
Menurutnya, Pemilu yang semakin dekat dan masa kampanye sedang berjalan, membuat banyak modus digunakan para kelompok yang tidak bertanggung jawab untuk memperkeruh suasana.
"Oleh karena itu masyarakat agar lebih bijak dalam menyaring informasi yang sesuai dengan fakta, dan dapat meminimalisir adanya dugaan intervensi, sejumlah ancaman hingga terciptanya kegaduhan, menjelang dan sesudah pemilu 2024," ucapnya.
Baca juga: Ditagih Rp255 Juta, BCA Finance Digugat
Untuk itu, PC PMII Jombang berkomitmen untuk menjaga integritas informasi, dan memberikan kontribusi positif dalam menciptakan lingkungan informasi yang sehat. Untuk itu, Rizal mengajak seluruh masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi, dengan melakukan pengecekan fakta sebelum menyebarkan berita.
"Untuk itu kita harus menciptakan dan membangun budaya literasi digital yang sehat, menjadikan media sebagai kampanye yang cerdas dan bijak, baik dari pihak kontestan maupun pendukung," ungkapnya.
Baca juga: KPK Geledah BPN Mojokerto, Jejak Suap HGB Makin Melebar
Ia juga mengajak seluruh masyakakat untuk ikut aktif berpartisipasi mensukseskan pemilu 2024 dan menggunakan hak pilihnya dengan bijak, tanpa tekanan, atau intimidasi dari pihak manapun.
"PC PMII Jombang mengajak seluruh masyakakat untuk ikut aktif berpartisipasi mensukseskan pemilu 2024, dan menggunakan hak pilihnya dengan bijak, tanpa tekanan, atau intimidasi dari pihak manapun," pungkasnya. (Darmanto)
Editor : Redaksi