PGB Kecam Tindakan Brimob, Desak Usut Kematian Driver Ojol di Pejompongan

Reporter : Redaksi
Gambar ilustrasi Redaksi berita format

Sabtu, 30 Agustus 2025 | Redaksi BERITA FORMAT | Mojokerto, Jawa Timur

Kategori; Peristiwa | Panulis; Redaksi

Baca juga: Mojokerto Mencekam! 40 Pemotor Diduga Serang Tiga Angkringan

Pemuda Garuda Bersatu (PGB) mengecam keras tindakan aparat kepolisian, khususnya oknum Brimob, yang diduga menyebabkan kematian Affan Kurniawan, pengemudi ojek online, saat demonstrasi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, 28 Agustus 2025.

Insiden bermula ketika massa buruh, mahasiswa, dan komunitas pekerja, termasuk pengemudi ojek online, menggelar aksi damai di depan Gedung DPR. Dalam situasi itu, kendaraan taktis (rantis) Barracuda milik Brimob melaju dan melindas Affan. Bukti visual yang beredar di media sosial memperlihatkan rantis tetap melaju meski massa sudah berteriak memperingatkan adanya korban di bawah kendaraan.

Ketua PGB Mojokerto Raya, Moch. Mustofa, menegaskan kematian Affan merupakan bentuk pelanggaran hak asasi manusia sekaligus tragedi yang melukai nurani publik.

Baca juga: Liburan ke Yogya, Pulang Tinggal Nama!

“Penggunaan rantis dalam demonstrasi adalah tindakan tidak proporsional dan tidak manusiawi,” ujarnya dalam pernyataan sikap resmi.

PGB mendesak Komnas HAM, Propam Polri, dan pihak berwenang melakukan investigasi independen, menyeluruh, dan transparan. Tujuh oknum Brimob yang terlibat diminta diproses hukum tanpa pandang bulu. Selain itu, PGB menuntut reformasi pengamanan demonstrasi agar aparat lebih mengedepankan pendekatan berbasis HAM serta melarang penggunaan kendaraan taktis untuk mengurai massa.

PGB juga menyatakan solidaritas kepada komunitas ojek online dan keluarga korban, sekaligus mendukung tuntutan kompensasi yang layak. Organisasi ini mengingatkan bahwa pola kekerasan aparat dalam mengamankan aksi massa kerap berulang, sebagaimana tragedi Kanjuruhan.

Baca juga: Sabu 250 Gram, Pil 2.000 Butir Disita, Bos Besar Masih Misteri!

“Kami meminta Kapolri memastikan penegakan hukum yang adil, pemerintah memberi permintaan maaf resmi, serta DPR mengawasi kasus ini agar kekerasan aparat tidak lagi terulang,” tegas Mustofa.

PGB menutup pernyataannya dengan ajakan kepada buruh, mahasiswa, komunitas ojek online, dan pegiat HAM untuk bersatu menuntut keadilan. “Kematian Affan Kurniawan adalah pengingat pahit bahwa negara harus melindungi, bukan merenggut nyawa rakyatnya. Keadilan untuk Affan adalah keadilan untuk kita semua,” pungkasnya.

Editor : Redaksi

Politik
Berita Terpopuler
Jumat, 16 Okt 2026 18:56 WIB
Jumat, 16 Okt 2026 19:47 WIB
Minggu, 18 Okt 2026 17:38 WIB
Berita Terbaru