Kades dan Sekdes Petunasugi Tak Sinkron Bedah Rumah di Realisasi atau di "REAL" kan? 

beritaformat.com
S saat ditemui awak media di aula kantor Kecamatan Bolano Lambunu (fofo : asri_beritaformat.com)

FORMAT PARIMO | Minimnya informasi, terkait data warga penerima bantuan bedah rumah tahun 2017 hingga 2020, masih menjadi misteri dan, membuat awak media semakin penasaran, untuk mencari informasi data dan fakta baru dilapangan. 

Sebelumnya, inisial S, mantan Sekdes Petunasugi saat berjumpa awak media di aula kantor Kecamatan Bolano Lambunu, pada (9/8) lalu menyampaikan, ketika dirinya menjabat sebagai Sekdes Petunasugi, semua dokumen bedah rumah tercatat dan, terdokumentasikan secara baik sejak tahun 1994 hingga 2022. 

Baca juga: Mayat Pria Misterius Ditemukan di Gang Pasar Masomba, Polisi Selidiki Identitas Korban

"Data bedah rumah ada di kantor desa, mungkin mereka (perangkat desa Petunasugi), tidak mau cari data atau arsip. Laporan-laporan terkait bedah rumah, semuanya saya bikin sejak, saya menjabat tahun 1994 sampai tahun 2022," terang S. 

Lanjut S, "sejak tahun 2017 hingga 2020, skala prioritas bantuan bedah rumah untuk warga miskin yang, di anggarkan dari Dana Desa (DD) dimana, setiap 1 tahun kita anggarkan untuk 10 Kepala Keluarga (KK) yang sudah terdaftar di DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) dan, masing-masing mendapatkan bantuan berupa material bahan bangunan sebesar 7 juta per KK, total 70 juta per tahun untuk 10 KK. Sehingga, dalam kurun 4 tahun kita laksanakan kegiatan, anggaran DD yang terserap sebesar 280 juta rupiah," urainya. 

S berharap kepada pemerintah Desa Petunasugi agar, lebih transparan pada data capaian program bedah rumah yang sudah terealisasi. 

"Laporan realisasi bedah rumah yang ada di kantor desa, harusnya bisa dilihat agar, semua jelas dan transparan," pungkasnya. 

Baca juga: WOM Finance Sampaikan Hak Jawab Terkait Pemberitaan Dugaan Penarikan dan Lelang Motor Nasabah

Terpisah, Kepala Desa (Kades) Petunasugi, Mundasir, S.Pd., saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan telepon seluler pada, Rabu (14/8/2024) mengelak, dan tidak ingin data tersebut di ungkit kembali. 

"Kalau bantuan bedah rumah yang lalu, saya tidak tahu. Sebelum saya menjadi Kades mungkin, ada sama Sekretaris Desa (Sekdes)," ungkapnya. 

Masih Mundasir, "untuk apa juga datanya? Cari-cari masalah? Itu barang (data) sudah usang. Yang namanya warga, kalau ditanya pasti ngomongnya begitu," terangnya. 

Baca juga: Diduga Dikeroyok Empat Rekannya, Pria di Huntap Tompe Tewas Bersimbah Darah

"Coba tanya Sekdes kalau ada datanya. Semenjak Sekdes dengan saya, tidak pernah ada data itu. Mungkin, arsipnya tersimpan namun, itu sudah beberapa tahun yang lalu mendapatkan bantuan," pungkas Mundasir. 

Terpisah di waktu yang sama, Wariman, Sekdes Petunasugi saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan telepon seluler pribadinya menyampaikan, "saya tidak mengetahui sama sekali terkait bantuan bedah rumah tersebut," jawabnya singkat. (Asri)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Terpopuler
Berita Terbaru